Artikel Ilmiah : H1A015043 a.n. TOMY SETYADIYANTO

Kembali Update Delete

NIMH1A015043
NamamhsTOMY SETYADIYANTO
Judul ArtikelREKONFIGURASI JARINGAN DISTRIBUSI 20 KV GARDU INDUK KALIBAKAL UNTUK OPTIMASI PENYALURAN DAYA MENGGUNAKAN METODE ALGORITMA GENETIKA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Pada sistem distribusi tenaga listrik, optimasi penyaluran tenaga listrik menjadi hal penting untuk diperhatikan karena sistem distribusi terhubung secara langsung dengan beban-beban dari konsumen. Salah satu optimasi penyaluran tenaga listrik yang dapat dilakukan adalah dengan mencari konfigurasi jaringan distribusi yang tepat sehingga dapat memperkecil rugi-rugi dan tegangan jatuh pada saluran. Salah satunya adalah metode optimasi Algoritma Genetika. Metode ini pertama kali dikembangkan oleh John Holland pada tahun 1970-an di New York, Amerika Serikat, yang terinspirasi oleh biologi evolusioner seperti warisan, mutasi, seleksi alam dan rekombinasi. Hasil dari proses algoritma genetika adalah diperolehnya individu terbaik yang mana merupakan konfigurasi switch dengan penyaluran tenaga listrik yang optimal. Pada jaringan distribusi Kalibakal, rekonfigurasi jaringan dilakukan pada penyulang nomor 2, 5, 6 dan 10 dengan menggunakan metode optimasi ini. Simulasinya dilakukan sebanyak sepuluh kali dengan jumlah iterasi yang sama. Hasilnya diperoleh konfigurasi baru dengan rugi-rugi daya berkurang sebesar 4,9% dari 71,7851 kW menjadi 68,2603 kW. Dengan penurunan rugi daya 4,9% maka terjadi penghematan energi sebesar 2,538 MW setiap bulan
Abtrak (Bhs. Inggris)In electric power distribution systems, optimization of electricity distribution is important to note because the distribution system is directly connected to the burdens of consumers. One optimization of electricity distribution that can be done is to find the right distribution network configuration so that it can minimize losses and voltage drops on the channel. One of them is the optimization method of Genetic Algorithms. This method was first developed by John Holland in the 1970s in New York, United States, which was inspired by evolutionary biology such as inheritance, mutation, natural selection and recombination. The result of the genetic algorithm process is to get the best individual which is a switch configuration with optimal electric power distribution. In the Kalibakal distribution network, network reconfiguration is carried out on feeders number 2, 5, 6 and 10 using this optimization method. The simulation is done ten times with the same number of iterations. The results obtained a new configuration with power losses reduced by 4.9% from 71.7851 kW to 68.2603 kW. With a decrease in power losses of 4.9%, there will be an energy savings of 2,538 MW every month
Kata kunciJaringan distribusi, rekonfigurasi, optimasi jaringan, algoritma genetika
Pembimbing 1Hari Prasetijo S.T, M.T
Pembimbing 2Dr. Eng. Suroso S.T, M.Eng
Pembimbing 3
Tahun2019
Jumlah Halaman11
Tgl. Entri2019-01-23 15:09:56.266991
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.