Artikel Ilmiah : F1B014011 a.n. TITIS DWI ASRIANI

Kembali Update Delete

NIMF1B014011
NamamhsTITIS DWI ASRIANI
Judul ArtikelImplementasi Program Bantuan Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kecamatan Sumbang dan Kecamatan Purwokerto Timur Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)Kemiskinan berdampak pada tidak terpenuhinya hak dasar manusia salah satunya adalah tidak terpenuhinya rumah yang layak huni. Di Indonesia, jumlah rumah tidak layak huni pada tahun 2015 mencapai 2,51 juta unit yang tersebar di berbagai Kabupaten / Kota. Kabupaten Banyumas merupakan salah satu kabupaten yang masuk ke dalam zona merah kemiskinan di Jawa Tengah dengan jumlah rumah tidak layak huni mencapai 116.977 unit. Untuk menekan masalah tersebut, Pemerintah Kabupaten Banyumas mengeluarkan Program Bantuan Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Program ini merupakan program bantuan stimulan berupa uang yang digunakan untuk membeli bahan bangunan guna pemugaran rumah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi Program Bantuan Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kecamatan Sumbang dan Kecamatan Purwokerto Timur Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan ukuran kriteria implementasi dari Thomas B. Smith yaitu idealized policy, target groups, implementing organization dan environtmental factors. Metode pada penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif yang hanya mengukur satu variabel. Tenik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Total Sampling. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah distribusi frekuensi dan interpretasi data. Sumber data pada penelitian ini adalah kuisioner, dokumentasi dan observasi. Hasil penelitian melalui distribusi frekuensi menunjukkan bahwa dimensi idealized policy masuk ke dalam kategori ideal sebanyak 61,3%, dimensi target groups masuk ke dalam kategori tepat sebanyak 63,5%, dimensi implementing organization masuk ke dalam kategori baik sebanyak 46,9%, dan dimensi environtmental factor sebanyak 55,1% masuk ke dalam kategori cukup mendukung. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa Implementasi Program Bantuan Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kecamatan Sumbang dan Kecamatan Purwokerto Timur Kabupaten Banyumas secara keseluruhan telah dilaksanakan dengan baik, dengan distribusi frekuensi dari setiap dimensi rata-rata masuk ke dalam kategori baik.
Abtrak (Bhs. Inggris)Poverty has an impact on not fulfilling basic human rights, one of which is the lack of housing or a decent house. In Indonesia, the number of Non-Livable House in 2015 reached 2.51 million units spread across various regencies / cities. Banyumas Regency is one of the districts that has entered into the red zone of poverty in Central Java with a number of Non-Livable houses reaching 116,977 units. To suppress this problem, The Banyumas Regency Government issued a Social Assistance Program for the Non-Livable House (RTLH). This program is a stimulant assistance program in the form of money used to buy building materials for home renovation. The purpose of this study was to describe the implementation of Social Assistance Program for Non-Livable Houses (RTLH) in Sumbang District and East Purwokerto District, Banyumas Regency. This study uses the size of the implementation criteria from Thomas B. Smith, namely idealized policy, target groups, implementing organizations and environmental factors. The method in this study is quantitative descriptive which only measures one variable. The sampling technique in this study was conducted using Total Sampling. The analytical method used in this study is frequency distribution and data interpretation. Data sources in this study were questionnaires, documentation and observation. The results of the research through frequency distribution indicate that the dimensions of the idealized policy fall into the ideal category as much as 61.3%, the dimensions of the target groups fall into the right category as much as 63.5%, the implementing organization dimension falls into the good category of 46.9%, and the environmental dimension factor of 55.1% falls into the fairly supportive category. Based on the results of the study, it can be concluded that the Implementation of Social Assistance Program for the Non-Livable House in Sumbang Subdistrict and East Purwokerto Sub-District, Banyumas Regency has been well implemented, with frequency distribution from each dimension on average entering into the good category.
Kata kunciKata Kunci : Implementasi, Kemiskinan, Program Bantuan Sosial RTLH
Pembimbing 1Dr. Denok Kurniasih, M.Si
Pembimbing 2Drs. Mahmud Setiahadi, M.si
Pembimbing 3Dr. Anwaruddin, M.Si
Tahun2019
Jumlah Halaman11
Tgl. Entri2019-01-18 10:03:25.473544
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.