Artikel Ilmiah : B1J014154 a.n. FITRIA FADILAH ANGGARINI

Kembali Update Delete

NIMB1J014154
NamamhsFITRIA FADILAH ANGGARINI
Judul ArtikelKEANEKARAGAMAN KULTIVAR ULIN (Eusideroxylon zwageri Teijsm. et Binnend.) DI KABUPATEN LAMANDAU PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
Abstrak (Bhs. Indonesia)Ulin (Eusideroxylon zwageri Teijsm. et Binnend.) merupakan salah satu anggota familia Lauraceae yang termasuk tanaman langka, sampai saat ini penebangan ulin secara tidak terkendali masih saja berlangsung, yang apabila dibiarkan akan mengakibatkan kepunahan. Ulin memiliki keanekaragaman morfologi yang cukup tinggi, baik berdasarkan sifat organ vegetatif maupun sifat organ generatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keanekaragaman kultivar ulin dan mengetahui hubungan similaritas ulin di Kabupaten Lamandau Provinsi Kalimantan Tengah berdasarkan karakter morfologi. Penelitian dilakukan menggunakan metode survei. Teknik pengambilan sampel secara acak terpilih (Purposive Random Sampling) di 3 lokasi Kabupaten Lamandau Provinsi Kalimantan Tengah. Parameter yang diamati adalah karakter morfologi, berupa karakter organ vegetatif dan karakter organ generatif. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan untuk hubungan similaritas dilakukan analisis dengan metode UPGMA (Unweighted Pair Group Method with Arithmetic Mean) menggunakan software MEGA.
Hasil penelitian didapatkan 7 kultivar yaitu ulin regis, ulin tando, ulin kapur, ulin ketimun, ulin zwageri, ulin tikus, dan ulin sirap. Kultivar ulin regis, tando, dan sirap. Hubungan similaritas paling dekat adalah ulin sirap dengan zwageri yang memiliki indeks dissimilaritas 0,125, sedangkan hubungan similaritas paling jauh adalah ulin tikus dengan ketimun yang memiliki indeks dissimilaritas 0,313. Kultivar yang paling banyak ditemukan ialah kultivar zwageri yang dapat ditemukan di ketiga lokasi penelitian dan yang paling sedikit ditemukan ialah kultivar tikus yang hanya dapat ditemukan di kawasan hutan PT. Amprah Mitra Jaya.
Abtrak (Bhs. Inggris)Ulin (Eusideroxylon zwageri Teijsm. et Binnend.) is a member of the family Lauraceae which includes rare plants, until now uncontrolled logging of ulin is still ongoing, which if left unchecked will result in extinction. Ulin has a fairly high morphological diversity, based on vegetative organs and generative organs. The purpose of this research is to determine the diversity of ulin cultivars and determine the similarity relationship of ulin in Lamandau Regency, Central Kalimantan Province based on morphological characters. The research using a survey method. Purposive Random Sampling technique taken in 3 locations in Lamandau Regency, Central Kalimantan Province. Parameters observed were morphological characters, in the form of vegetative organs and generative organs. Data analysis was carried out descriptively and for the relationship of similarity was analyzed using the UPGMA method (Unweighted Pair Group Method with Arithmetic Mean) using MEGA software.
The results of research showed that there are 7 cultivars of painted nettle namely ulin regis, ulin tando, ulin kapur, ulin ketimun, ulin zwageri, ulin tikus, and ulin sirap. The closest similarity relationship was ulin sirap with zwageri which had a dissimilarity index of 0.125, while the farthest similarity relationship was ulin tikus with ulin ketimun which had a dissimilarity index of 0.313. The most found cultivars were zwageri cultivars which can be found in all three research sites and the least found were tikus cultivars which can only be found in PT. Amprah Mitra Jaya.
Kata kunciEusideroxylon zwageri, hubungan similaritas, keanekaragaman, morfologi
Pembimbing 1Dra. Wiwik Herawati, M.Sc
Pembimbing 2Drs. Sukarsa, M.Si
Pembimbing 3
Tahun2018
Jumlah Halaman45
Tgl. Entri2018-11-24 08:43:09.29023
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.