Artikel Ilmiah : A2A016008 a.n. FAJAR DWI SUSENO

Kembali Update Delete

NIMA2A016008
NamamhsFAJAR DWI SUSENO
Judul ArtikelIdentifikasi dan Karakterisasi Jamur Patogen Gulma Daun Lebar
Abstrak (Bhs. Indonesia)Gulma merupakan salah satu organisme penganggu tanaman yang menyebabkan kehilangan hasil besar dan biaya besar untuk pengelolaannya. Pengendalian gulma merupakan salah satu aspek penting dalam produksi pertanian dan perkebunan. Pengendalian gulma oleh petani saat ini pada umumnya menggunakan metode mekanik dan kimiawi. Pengendalian hayati merupakan salah satu alternatif dalam mengurangi populasi gulma di tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jamur patogen gulma daun lebar; mengetahui kemampuan jamur patogen dalam mengendalikan gulma daun lebar; dan mengetahui pengaruhnya terhadap tanaman budidaya.
Penelitian dilakukan di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman dan di screen house Desa Pekalongan, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga. Penelitian terdiri atas beberapa tahap yaitu pengujian in vitro, uji kuantitatif enzim, pengujian hipersensitif, pengujian jamur patogen in planta pada 10 jenis gulma dan 10 jenis tanaman budidaya, dan pengujian kandungan fenol total tanaman.
Hasil isolasi pada penelitian ini diperoleh 4 jamur patogen dan hanya Curvularia lunata dan Pythium aphanidermatum yang menunjukkan patogenitas pada uji postulat Koch dan tidak menunjukkan gejala penyakit pada uji hipersensitif. C. lunata mampu menimbulkan intensitas penyakit pada Synedrella nodiflora sebesar 10,48% dan pada Anagillis arvensis sebesar 8,92% di pengamatan 21 hari setelah inokulasi. Kedua jamur C. lunata dan P. aphanidermatum menghasilkan enzim selulase dengan nilai indek selulolisis masing-masing sebesar 0,67 dan 0,65. Penurunan kadar fenol total tanaman menyebabkan meningkatnya intensitas penyakit, namun tidak memengaruhi bobot kering dan tinggi tanaman budidaya.
Kata kunci : Curvularia lunata, P. aphanidermatum , patogen, gulma daun lebar
Abtrak (Bhs. Inggris)Weeds are one of the plant disturbing organisms causing large yield losses and increasing costs for their management. Weed control is an important aspect of agricultural production using mechanical and chemical methods recently. Biological control is one of the alternative weed controls. Aims of this study were to identify broadleaf weeds pathogenic fungi; determine the fungal pathogens ability to control broadleaf weed; and their effect on cultivated crops.
The study was conducted at the Laboratory of Plant Protection, Faculty of Agriculture, University of Jendral Sudirman and in the screen house at Pekalongan Village, Bojongsari Sub-District, Purbalingga Regency. The study consisted of several stages: in vitro test, quantitatif enzyme analysis, hypersensitivity test, fungal pathogen test in planta on ten broadleaf weeds species and ten cultivated crops species, and the total phenollic compound content analysis of cultivated crops.
Isolation in this study was resulted four pathogenic fungi. Curvularia lunata and Pythium aphanidermatum showed pathogenity in Koch’s postulates test and showed no symptoms in hypersensitive test. C. lunata was able to cause disease intensity at Synedrella nodiflora and Anagillis arvensis as 10.48 and 8.92%, respectively, in 21 days observation after inoculation. Both C. lunata and P. aphanidermatum could produce celulase with selulolitic index of 0,67 and 0,65, respectively. The dicreasing total phenollic compound content caused the increasing disease intensity, but did not affect the cultivated crops.

Kata kunciKeywords : Curvularia lunata, P. aphanidermatum, pathogens, broadleaf weeds
Pembimbing 1Prof Ir. Loekas Soesanto, M. S. Ph. D.
Pembimbing 2Dr. Ir. Heru Adi Djatmiko, M.P.
Pembimbing 3
Tahun2018
Jumlah Halaman15
Tgl. Entri2018-11-19 08:34:08.954965
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.