Artikel Ilmiah : H1G014005 a.n. JOKO PURNOMO

Kembali Update Delete

NIMH1G014005
NamamhsJOKO PURNOMO
Judul ArtikelSTRATEGI PENGEMBANGAN EKOWISATA MANGROVE
WANA TIRTA KULON PROGO
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini berjudul : Strategi Pengembangan Ekowisata Hutan Mangrove Wana Tirta Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta. Hutan Mangrove Wana Tirta adalah salah satu kawasan pelestarian hutan mangrove dan dimanfaatkan sebagai obyek wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya dukung kawasan wisata, persepsi para pelaku ekowisata dan strategi pengembangan ekowisata Hutan Mangrove Wana Tirta. Metode yang digunakan yaitu analisis daya dukung kawasan. Responden terdiri 29 masyarakat dan 50 pengunjung dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, kuisioner dan studi literatur.
Analisis daya dukung kawasan wisata menunjukkan jumlah maksimal daya tampung pengunjung adalah 114 orang perhari. Persepsi pengunjung menunjukkan akses wisata cukup mendukung dengan presentase 52%, persepsi pengunjung terhadap fasilitas atau sarana prasarana wisata menunjukkan kondisi yang baik (80%), persepsi pengunjung terhadap kenyamanan aktifitas menunjukkan kondisi nyaman dan aktifitas wisata dalam kondisi puas (88%). Keberadaan hutan mangrove memberikan manfaat ekonomi namun masih terbatas pada masyarakat yang terlibat sebagai pelaku usaha dan masih minimnya keterlibatan masyarakat setempat dalam pengelolaan hutan mangrove.
Alternatif pengembangan ekowisata Mangrove Wana Tirta oleh masyarakat adalah membuat produk olahan mangrove. Alternatif pengembangan ekowisata dari pengunjung adalah tersedianya wahana rekreasi Flying Fox.

Kata Kunci : Ekowisata, Daya Dukung, Hutan Mangrove Wana Tirta
Abtrak (Bhs. Inggris)This study is entitled : The Strategy of Developing Mangrove Forest Ecotourism in Wana Tirta Kulon Progo in the Special Region of Yogyakarta. Wana Tirta Mangrove Forest is one of the mangrove forest conservation areas and its used as a tourist attraction. This study aims to determine the carrying capacity of tourist areas and perceptions of ecotourism actors so, we can create strategies for develop ecotourism of Wana Tirta Mangrove Forest. This study analysed the carrying capacity of the region. Respondents consisted of 29 people and 50 visitors with data collection techniques by observation, interviews, questionnaires and literature studies.
The analysis of the carrying capacity of the tourist area shows that the maximum amount of visitors capacity is 114 people per day. Visitors' perceptions show that tourism access is quite supportive with a percentage of 52%, visitors' perceptions of tourist facilities or infrastructure show good conditions (80%), visitors' perceptions of activity comfort show comfortable conditions and tourist activities are satisfied (88%). The existence of mangrove forests provides economic benefits but is still limited to the community involved as business actors and the lack of involvement of local communities in the management of mangrove forests.
The alternative to developing Wana Tirta Mangrove Ecotourism by the society is to make some processed products from mangroves. The alternative to developing ecotourism from visitors is the availability of Flying Fox recreational vehicles.


Keywords: Ecotourism, Carrying Capacity, Wana Tirta Mangrove Forest
Kata kunciEkowisata, Daya Dukung, Hutan Mangrove Wana Tirta
Pembimbing 1Dr. Lilik Kartika Sari, S. Pi., M. Si
Pembimbing 2Dr. H. Endang Hilmi, S. Hut., M. Si
Pembimbing 3
Tahun2018
Jumlah Halaman9
Tgl. Entri2018-11-18 07:08:04.936544
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.