Artikel Ilmiah : A1L013090 a.n. MUHAMMAD ADITYA FIRDAUS

Kembali Update Delete

NIMA1L013090
NamamhsMUHAMMAD ADITYA FIRDAUS
Judul ArtikelANALISIS HOMOGENITAS GENETIK KELAPA (Cocos nucifera L.)
KULTIVAR GENJAH ENTOK BANYUMAS DENGAN PENANDA
RANDOM AMPLIFIED POLYMORPHIC DNA (RAPD)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kehomogenan genetik,
mengidentifikasi pita DNA spesifik untuk kultivar Genjah Entok dan hubungan
kekerabatan antar kultivar kelapa berdasarkan marka RAPD. Penelitian
dilaksanakan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Bioteknologi Fakultas
Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. DNA diekstraksi dari enam Genjah
Entok, satu Genjah Salak, satu Genjah Kuning dan dua Dalam Pangandaran.
Variabel yang diamati yaitu keberadaan pita DNA. Analisis data yang dilakukan
pada penelitian ini, yaitu skoring pita DNA dan penentuan analisis filogenetik
menggunakan software Minitab 16 menggunakan metode UPGMA. Hasil
penelitian menunjukkan primer OPA01, OPA04, OPA07, OPA08, dan OPA10
menghasilkan berurut 5 lokus dengan ukuran 200-1000 bp, 8 lokus dengan ukuran
>200-500 bp, 11 lokus dengan ukuran 200-1000 bp, 6 lokus dengan ukuran 200-
1400 bp dan 7 lokus dengan ukuran >200-600 bp dan tidak ditemukan pita
spesifik penciri kultivar kelapa Genjah Entok dari lima primer yang digunakan.
Dua klaster utama dihasilkan dari analisis filogenetik. Klaster pertama terdiri atas
kultivar Genjah Entok 1, Genjah Entok 2, Genjah Entok 3, Genjah Entok 4,
Genjah Entok 5, Genjah Entok 6, Genjah Salak dan Genjah Kuning. Klaster kedua
dibentuk oleh kultivar Dalam Pangandaran 1 dan Dalam Pangandaran 2. Enam
Kultivar Genjah Entok yang diuji tidak homogen.
Abtrak (Bhs. Inggris)Study was aimed to determine genetic homogeneity, identifying specific
DNA bands for Entok Dwarf cultivars and determine genetic relationship among
several coconut cultivars using RAPD marker. The study was conducted in
Laboratory of Plant Breeding and Biotechnology, Faculty of Agriculture,
Jenderal Soedirman University. DNA extracted from leaves of six Entok Dwarf,
one Salak Dwarf, one Yellow Dwarf and two Pangandaran Tall. Observed
variable in the study was DNA bands presence. Data analyses in the study were
1
DNA bands scoring and phylogenetic analysis using Minitab 16 software with
UPGMA method. Result showed that primers OPA01, OPA04, OPA07, OPA08,
and OPA10 produced consecutively 5 locus with size range 200-1000 bp, 8 locus
with size range >200-500 bp, 11 locus with size range 200-1000 bp, 6 locus with
size range 200-1400 bp and 7 locus with size range >200-600 bp and specific
DNA bands for Entok Dwarf cultivar were not found from all primers. Two main
clusters were produced. First cluster consisted Entok Dwarf 1, Entok Dwarf 2,
Entok Dwarf 3, Entok Dwarf 4, Entok Dwarf 5, Entok Dwarf 6, Salak Dwarf, and
Yellow Dwarf. Second cluster consisted Pangandaran Tall 1 and Pangandaran
Tall 2. Six Entok Dwarf cultivars were not homogeneous.
Kata kunciCocos nucifera L., homogenitas genetik, RAPD
Pembimbing 1Ir. Budi Prakoso, M.Sc., D.Tech.Sc.
Pembimbing 2Prita Sari Dewi, S.P., M.Sc., Ph.D.
Pembimbing 3Dr. Ir. Noor Farid, M.Si.
Tahun2018
Jumlah Halaman12
Tgl. Entri2018-11-08 15:18:27.851415
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.