Artikel Ilmiah : A1M014037 a.n. LATIFA MUTIARA TSANI

Kembali Update Delete

NIMA1M014037
NamamhsLATIFA MUTIARA TSANI
Judul ArtikelPENGARUH JENIS BAHAN PENGAWET DAN PROPORSI LARU (BAHAN PENGAWET : KAPUR) TERHADAP KARAKTERISTIK NIRA KELAPA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Ketersediaan bahan laru alami cangkang kulit manggis dan tatal kayu nangka sudah sangat terbatas, sehingga perlu adanya bahan laru alami alternatif dari tanaman yang potensi dan mudah diperoleh di wilayah sekitar perajin gula sebagai pengganti bahan laru alami. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh dari jenis bahan pengawet alami (daun kopi, daun bandotan, pelepah pisang, dan sabut kelapa) dan proporsi laru (bahan pengawet alami : kapur) terhadap karakteristik nira kelapa, serta kombinasinya terhadap krakteristik nira kelapa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan rancangan percobaan jenis Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Faktor yang diteliti adalah jenis bahan pengawet alami yakni daun kopi, daun bandotan, pelepah pisang, dan sabut kelapa; proporsi bahan pengawet : kapur (b/b) yakni 0,25 : 9,75, 0,5 : 9,5, dan 0,75 : 9,25, sehingga diperoleh 12 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan dan 2 unit kontrol yakni kapur sirih murni dan dengan cangkang kulit manggis. Total percobaan secara keseluruhan terdapat 42 unit percobaan, dan setiap ulangan dilakukan pengamatan pada penyimpanan jam ke-4. Variabel yang diamati pada variabel kimia adalah derajat keasaman (pH) dan kadar sukrosa (% brix), sedangkan pada variabel organoleptik meliputi kejernihan, aroma khas nira bau asam dan rasa manis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis bahan pengawet alami perlakuan terbaik adalah daun bandotan dengan nilai pH 8,92 dan kadar brix 14,07%. Proporsi laru (bahan pengawet alami : kapur) yang menghasilkan karakteristik nira terbaik adalah 0,75 : 9,25. Kombinasi perlakuan terbaik berdasarkan sifat sensorinya adalah nira kelapa dengan menggunakan jenis bahan pengawet alami pelepah pisang dengan proporsi (0,25 : 9,75) (b/b).
Abtrak (Bhs. Inggris)The availability of natural ingredients of mangosteen shells and jackfruit wood chips is very limited, so it needs to have a natural material of plants potential alternative and easily available in the around area producers sugar as a substitute for natural materials laru. The purpose of this study was to determine the effect of the types of natural preservatives (coffee leaves, bandotan leaves, banana midrib, and coconut fiber) and the proportion of laru (natural preservatives: calcium) to the characteristics of coconut sap, and its combination of the characteristics of coconut sap. This research was an experimental research using a factorial randomized block design (RBD) type. The observed factors were types of natural preservative namely coffee leaves, bandotan leaves, banana midrib, and coconut fiber; proportion of preservatives: calcium (w/w) which is 0,25 : 9,75, 0,5 : 9,5, and 0,75 : 9,25, so that 12 combinations of treatment with 3 replications and 2 control units namely calcium are obtained pure and with mangosteenshells. In total, there were 42 experimental units, and each replication was observed at the 4th hour storage. The variables observed in the chemical variables are acidity (pH) and sucrose levels (% brix), whereas in organoleptic variables include clarity, the distinctive aroma of coconut sap, sour smelland sweetness. The results showed that the best type of natural preservative is bandotan leaves with a value of pH 8,92 and brix content of 14,07%. The proportion of laru (natural preservative: calcium) which produces the best characteristic of coconut sap is 0,75 : 9,25. The best combination of treatments based on their sensory properties is coconut sap using the banana midrib natural preservatives with proportion (0,25 : 9,75) (w/w).
Kata kuncinira kelapa, daun kopi, daun bandotan, pelepah pisang dan sabut kelapa
Pembimbing 1Rifda Naufalin
Pembimbing 2Ervina Mela Dewi
Pembimbing 3
Tahun2018
Jumlah Halaman16
Tgl. Entri2018-11-07 08:32:38.258855
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.