Artikel Ilmiah : H1E013055 a.n. SUTARTIK
| NIM | H1E013055 |
|---|---|
| Namamhs | SUTARTIK |
| Judul Artikel | IDENTIFIKASI KEDALAMAN LAPISAN AQUIFER AIR TANAH BERDASARKAN DATA RESISTIVITAS 1D DI DESA KALIORI KECAMATAN KALIBAGOR KABUPATEN BANYUMAS Sutartik, Sehah, dan Sukmaji Anom Raharjo Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Jenderal Soedirman Jalan Dr. Suparno No.61 Karangwangkal Purwokerto,53123, Jawa Tengah Indonesia e-mail : sutartik.tatik@gmail.com |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian menggunakan metode geolistrik resisitivitas telah dilakukan untuk mengetahui struktur bawah permukaan serta kedalaman lapisan air tanah di Desa Kaliori Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas. Konfigurasi yang digunakan pada metode ini adalah konfigurasi Schlumberger sebanyak tiga lintasan dengan panjang masing-masing 200 m. Hasil inversi pada penampang log 1D konfigurasi Schlumberger terdapat tiga lapisan yang terdiri tanah penutup (top soil), lempung dan lempung pasiran. Pada lintasan S-1 terdapat 3 lapisan penyusun bawah permukaan, yaitu pada kedalaman 0,00 –2,97 m dengan nilai resistivitas 11,43 Ωm diinterpretasikan sebagai lapisan penutup, kedalaman 2,97-53,51 m dengan nilai resistivitas 3,43 Ωm diinterpretasikan sebagai lempung, dan kedalaman 53,51->94 m dengan nilai resistivitas 11,39 Ωm diinterpretasikan sebagai lempung pasiran. Lintasan S-2 terdapat 2 lapisan penyusun bawah permukaan, yaitu pada kedalaman 0,00-3,43 m dengan nilai resistivitas 8,98 Ωm diinterpretasikan sebagai lapisan penutup, kedalaman 3,43 - >86 m dengan nilai resistivitas 4,10 Ωm diinterpretasikan sebagai lempung. Lintasan S-3 terdapat 2 lapisan penyusun bawah permukaan, yaitu pada kedalaman 0,00 – 3,31 m dengan nilai resistivitas 6,68 Ωm diinterpretasikan sebagai lapisan penutup, kedalaman 3,31 – >93 m dengan nilai resistivitas 4,27 Ωm diinterpretasikan sebagai lempung pasiran. Ketiga lintasan mendapatkan hasil yang tidak jauh berbeda yaitu air tanah berada pada titik lintasan satu (S-1), struktur lapisannya yaitu pada lintasan S-2 dan S-3 terdapat kesamaan dan pada lintasan S-1 sedikit berbeda pada kedalaman 53,51-> 94 m terdapat lapisan lempung pasiran. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Research using resistivity geoelectric method has been conducted to determine subsurface structure and depth of groundwater layer in Kaliori Village, Kalibagor District, Banyumas Regency. The configuration used in this method is three Schlumberger configurations with a length of 200 m each. The inversion results in the Schlumberger configuration 1D log section have three layers which consist of top soil, clay and sandy clay. On the S-1 path there are 3 subsurface layers, namely at a depth of 0,00 – 2,97 m with a resistivity value of 11,43 Ωm interpreted as a cover layer, a depth of 2,97-53,51 m with a resistivity value of 3,43 Ωm interpreted as clay, and a depth of 53,51-> 94 m with a resistivity value of 11,39 Ωm interpreted as clay sand. The S-2 trajectory has 2 subsurface layers, namely at a depth of 0.00-3.43 m with a resistivity value of 8,98 Ωm interpreted as a cover layer, depth of 3,43-> 86 m with a resistivity value of 4,10 Ωm interpreted as clay. The S-3 trajectory has 2 subsurface layers, namely at a depth of 0,00 – 3,31 m with a resistivity value of 6,68 Ωm interpreted as a cover layer, depth of 3,31-> 93 m with a resistivity value of 4,27 Ωm interpreted as clay sand. The three trajectories get results that are not much different, namely ground water is at point one (S-1), the layer structure is on the path of S-2 and S-3 there are similarities and on the S-1 trajectory slightly different at a depth of 53,51-> 94 m there is a layer of clay sand. |
| Kata kunci | Geolistrik resistivitas, konfigurasi schlumberger, Kaliori |
| Pembimbing 1 | Sehah, M.Si |
| Pembimbing 2 | Sukmaji Anom Raharjo, M.Si |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2018 |
| Jumlah Halaman | 14 |
| Tgl. Entri | 2018-10-17 16:28:11.923581 |