Artikel Ilmiah : A1C011061 a.n. SUDARNO

Kembali Update Delete

NIMA1C011061
NamamhsSUDARNO
Judul ArtikelBIAYA DAN PENDAPATAN USAHATANI JAGUNG (Zea mays L)
DI DESA LINGGASARI KECAMATAN KEMBARAN
KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)Jagung (Zea mays L) merupakan salah satu komoditas pertanian yang memiliki peran penting sebagai pangan dan pakan hewan. Jagung banyak dibudidayakan oleh petani di Desa Linggasari, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas. Kebutuhan jagung yang terus meningkat sejalan dengan terus berkembangnya industri pangan dan pakan serta sejalan dengan meningkatnya jumlah penduduk. Perhitungan biaya dan pendapatan usahatani jagung dapat menunjukkan nilai pendapatan usahatani jagung secara nyata dan tingkat efisiensi usahatani. Penelitian bertujuan untuk (1) Menghitung biaya, peneriman dan pendapatan usahatani jagung (Zea mays L) di Desa Linggasari Kecamatan Kembaran. (2) Mengetahui tingkat efisiensi usahatani jagung (Zea mays L) di Desa Linggasari Kecamatan Kembaran. Pengambilan data di laksanakan pada tanggal 29 Juni sampai dengan 15 Juli 2018. Responden dalam penelitian ini sebanyak 37 orang petani jagung yang diambil secara acak. Analisis data yang digunakan adalah analisis biaya, penerimaan, pendapatan (keuntungan), dan R/C ratio (Revenue Cost Ratio). Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya usahatani jagung per 0,18 ha sebesar Rp2.296.464,86 atau Rp12.758.183,14 per ha. Penerimaan usahatani jagung per 0,18 ha sebesar Rp2.794.622,62 atau Rp15.525.675,68 per ha dan pendapatan usahatani jagung per 0,18 ha sebesar Rp498.156,76 atau Rp2.767.537,54 per ha. Tingkat efisiensi usahatani jagung di Desa Linggasari sebesar 1,21 per 0,18 ha, sehingga usahatani yang dijalankan sudah efisen.
Abtrak (Bhs. Inggris)Corn (Zea Mays L) is one of agricultural commodities that have an important role as food and animal feed. Corn is widely cultivated by farmers in Linggasari village, Kembaran district, Banyumas regency. Corn needs continue to increase along with the development of food and feed industry and the increasing population. The corn farming calculation costs and revenue can show the value of corn farming income significantly and the farm efficiency level. The research aims at (1) calculating costs, acceptance and revenue of corn farmng (Zea Mays L) in Linggasari village, Kembaran district. (2) Knowing the corn farming efficiency level (Zea Mays L) in Linggasari village, Kembaran district. The data was collected on June 29 to July 15, 2018. The respondents in this reseach as many as 37 corn farmers who were taken randomly. The data analysis that used is an analysis of costs, revenues, income (profits), and R/C ratio (Revenue Cost Ratio). The results showed that the cost of corn farming per 0,18 ha is Rp 2. 296.464,86 or Rp 12.758.183,14 per ha. The revenue of corn farming per 0,18 ha is Rp 498.156,76 or Rp 2.767.537,54 per ha. The corn farming efficiency level in Linggasari village is 1,21 per 0,18 ha, therefore the farm is run efficiently.
Kata kuncijagung, biaya dan pendapatan usahatani, desa linggasari, banyumas.
Pembimbing 1Ir. Pudji Hastuti P., M.P.
Pembimbing 2Akhmad Rizqul Karim, S.P, M.Sc.
Pembimbing 3
Tahun2018
Jumlah Halaman12
Tgl. Entri2018-08-29 14:52:56.506893
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.