Artikel Ilmiah : G1F012072 a.n. WAHYU NUNGGAL PRAMUDA

Kembali Update Delete

NIMG1F012072
NamamhsWAHYU NUNGGAL PRAMUDA
Judul ArtikelEvaluasi Interaksi Obat yang Potensial pada Pasien Gagal Ginjal Kronik dengan Komplikasi di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto
Abstrak (Bhs. Indonesia)Latar Belakang: Gagal ginjal kronik dengan komplikasi memiliki terapi pengobatan polifarmasi sehingga akan meningkatkan risiko kejadian interaksi obat. Interaksi obat dapat mempengaruhi hasil terapi pengobatan pada pasien. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi interaksi obat yang potensial pada pasien gagal ginjal kronik dengan komplikasi.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan deskriptif evaluatif. Pengambilan data diperoleh secara retrospektif dari sampel 100 rekam medis pasien gagal ginjal kronik dengan komplikasi yang menjalani rawat inap di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto periode Januari – Desember 2017. Teknik pengambilan sampel berdasarkan metode purposive sampling.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 43 pasien yang mengalami interaksi obat potensial diperoleh jumlah angka kejadian sebanyak 77 interaksi obat. Jenis obat yang paling sering menimbulkan interaksi obat adalah furosemid dengan asetaminofen dan ketorolac dengan ranitidin yaitu sama-sama sebanyak 12 kejadian (15,58%). Kejadian interaksi obat yang paling banyak adalah interaksi dengan mekanisme farmakokinetika yaitu sebanyak 40 kejadian (51,95%), interaksi dengan tingkat keparahan minor sebanyak 47 kejadian (61,04%), interaksi dengan dokumentasi unlikely sebanyak 30 kejadian (38,96%), dan interaksi dengan tingkat signifikansi 5 sebanyak 43 kejadian (55,84%).
Kesimpulan: Pasien gagal ginjal kronik dengan komplikasi memerlukan penyesuaian dosis obat dan waktu pemberian obat agar dapat meminimalkan terjadinya interaksi obat yang terjadi pada proses mekanisme obat secara farmakokinetika dan farmakodinamika.
Abtrak (Bhs. Inggris)Backgound: Chronic Kidney Disease (CKD) with complication has been treated in polypharmacy, which increase prevalency drug interaction. Drug interaction affected the result of therapy in each patient. This study aimed to evaluate the potential drug interaction in chronic kidney disease with complication patient.
Method: This study used observational with descriptive evaluation design. Data resulted by retrospective from 100 medical record of CKD with complication patients who is hospitalized in RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto during January-December 2017. Sampling technique based on purposive sampling.
Results: The results showed that 43 patient who come through potential drug interaction resulted 77 prevelancy of drug interactions. Type of medicine that often causes drug interaction is furosemide with acetaminophen and ketorolac with ranitidine, both resulted 12 incidence (15,58%). The mayor incidence of drug interaction showed interaction in pharmacokinetics mechanism as 40 incidence (51,95%), interaction with minor severity as 47 incidence (61,04%), interaction with unlikely documentation as 30 incidence (38,96%), and interaction with level of significant 5 as 43 incidence (55,84%).
Conclusion: CKD with complication patient require dosage adjustment and time for drug administrations to minimalize incidence of drug interaction that occure in drug mechanisme as pharmacodynamic and pharmacokinetics.
Kata kunciKata kunci: Interaksi obat, Gagal ginjal kronik dengan komplikasi, RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto
Pembimbing 1Vitis Vini Fera Ratna Utami, M.Sc., Apt
Pembimbing 2Esti Dyah Utami, M.Sc., Apt
Pembimbing 3
Tahun2018
Jumlah Halaman8
Tgl. Entri2018-08-27 11:47:30.434336
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.