Artikel Ilmiah : B1J014126 a.n. MONA INDRIANI

Kembali Update Delete

NIMB1J014126
NamamhsMONA INDRIANI
Judul ArtikelEFEK BAP TERHADAP PERTUMBUHAN STEK MIKRO N. ampullaria (Jack.) SECARA IN VITRO
Abstrak (Bhs. Indonesia)Kantong semar (Nepenthes ampullaria (Jack.)) termasuk tumbuhan yang unik karena memiliki kantong dan saat ini keberadaannya semakin terancam oleh karena itu perlu dilakukan pelestarian. Teknik budidaya Nepenthes secara konvensional yaitu menggunakan biji, stek, dan pemisahan anakan, akan tetapi memiliki banyak kendala baik dari segi waktu ataupun teknis. Kultur in vitro merupakan alternatif untuk perbanyakan N. ampullaria (Jack.). Salah satu teknik kultur in vitro yaitu stek mikro, untuk mengoptimalkan stek mikro N. ampullaria (Jack.) dapat ditambahkan zat pengatur tumbuh BAP (6-benzylaminopurine). Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL), dengan perlakuan BAP terdiri dari 5 konsentrasi: 0; 0,5; 1; 1,5; 2 (ppm), setiap perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak empat kali. Parameter yang diamati berupa waktu inisiasi tunas, waktu inisiasi akar, jumlah daun, jumlah tunas baru, jumlah akar, daun terpanjang, akar terpanjang, dan tinggi tunas. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA (Analisis of variance) dan dilanjutkan dengan uji BNT 5% dan 1%. Hasil penelitian menunjukkan penambahan BAP mempengaruhi pertumbuhan stek mikro N. ampullaria (Jack.) pada jumlah daun, daun terpanjang dan jumlah tunas. Penambahan BAP 0,57 ppm merupakan konsentrasi optimal untuk meningkatkan jumlah tunas mencapai 3,86 tunas.
Abtrak (Bhs. Inggris)Kantong semar (Nepenthes ampullaria (Jack.) includes as unique plant reffered to its sac and now on its existence increasingly threatened so its needed to do conservation. Conventionally, cultivation of Nepenthes are using seeds, cutting, and fillial separation, however, there were much obstacles both from time and technical terms. In vitro culture is an alternative to cultivating N. ampullaria (Jack.). One of technique of in vitro culture is micro cutting, where to optimalize micro cutting of N. ampullaria (Jack.) BAP (6-benzylaminopurine) growth regulator could be added. This study was done experimentally with Completely Randomized Design (CRD), with BAP treatment consists of 5 consentrations: 0; 0,5; 1; 1,5; 2 (ppm), each treatment were multiplied four times. Parameter that observed were time of bud initiation, time of root initiation, total of leaves, total of new buds, total of roots, longest leave, longest root, and height of bud. Data obtained were analysed with ANOVA (Analisis of Variance) and continued with 5% and 1% LSD test. Result of research showed the addition of BAP affected the growth of micro cutting of N. ampullaria (Jack.) in total of leaves, longest leave, and total of buds. The addition of 0.57 ppm BAP was optimal consentration to increase total buds reached 3.86.
Kata kunciNepenthes ampullaria (Jack.), kultur in vitro, stek mikro, BAP
Pembimbing 1Drs. Iman Budisantoso, M.P.
Pembimbing 2Dra. Kamsinah, M.P.
Pembimbing 3
Tahun2018
Jumlah Halaman8
Tgl. Entri2018-08-26 21:37:59.581272
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.