Artikel Ilmiah : A1C012085 a.n. VIKRI ICHWAN PRIATNA
| NIM | A1C012085 |
|---|---|
| Namamhs | VIKRI ICHWAN PRIATNA |
| Judul Artikel | KAJIAN FINANSIAL USAHATANI KACANG PANJANG (Vigna Sinensis) DI KECAMATAN KEMBARAN KABUPATEN BANYUMAS |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Menghitung besarnya biaya, penerimaan dan pendapatan usahatani kacang panjang; 2) Menganalisis kelayakan usahatani kacang panjang; 3) Mengkaji kelayakan usahatani kacang panjang ketika terjadi penurunan produksi, harga jual dan peningkatan biaya. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah mulai November 2017 sampai Januari 2018. Sampel diambil menggunakan metode Simple Random Sampling (SRS) dan didapat 51 responden petani kacang panjang. Data diperoleh dari hasil observasi serta wawancara terhadap petani menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis biaya, penerimaan, pendapatan, Revenue Cost Ratio (R/C), Break Even Point (BEP) dan analisis sensitivitas. Hasil analisis menunjukan bahwa rata-rata biaya usahatani kacang panjang per hektar pada musim tanam Mei – Agustus 2017 sebesar Rp 31.540.295,68 rata-rata penerimaan adalah Rp 39.209.339,43 sehingga rata-rata pendapatan per hektar yang diterima petani adalah Rp 7.669.043,75 R/C sebesar 1,24. Per luasan lahan, BEP (unit) sebesar 1.612,54 kilogram dan BEP (penerimaan) sebesar Rp 5.643.882,35 hal ini menunjukan bahwa usahatani kacang panjang menguntungkan dan layak untuk dikembangkan. Hasil analisis sensitivitas pada usahatani kacang panjang apabila terjadi penurunan produksi sebesar 10 persen dan 15 persen masih menguntungkan sedangkan penurunan 20 persen tidak menguntungkan, perubahan harga jual kacang panjang per kilogram menjadi Rp 3.000 masih menguntungkan sedangkan Rp 2.500 dan Rp 2.000 sudah tidak menguntungkan, meningkatnya biaya usahatani meliputi tenaga kerja, harga benih, harga pupuk, dan harga pestisida sebesar 3,6 persen masih menguntungkan |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This study aims to: 1) Calculate the cost, revenue and income of long bean farming; 2) Analyze the feasibility of bean farming; 3) Review the feasibility of long bean farming system when production decline, selling price and cost increase. The research was conducted in the Region of Kembaran, Banyumas, Central Java, began November 2017 to January 2018. Samples were taken using Simple Random Sampling (SRS) and got 51 responders. Data collected by observation and interviews of farmers using questionnaires. Analysis of data using analysis of cost, revenue,income,Revenue Cost Ratio (R / C), Break Even Point (BEP) and sensitivity analysis. The analysis result shows that the average cost of long bean farming per hectare in the planting season of May - August 2017 is Rp 31,540,295.68 the average revenue is Rp 39,209,339.43 so the average profit per hectare received by farmers is Rp 7,669.043,75 R / C of 1.24, BEP (unit) of 1.612,54 kilograms and BEP (reception) of Rp 5.643.882,35 this shows that long bean farming is profitable and feasible to develop. The results of the sensitivity analysis on the farming of long beans if the decline in production by 10 per cent and 15 per cent are still profitable, while a decrease of 20 percent unfavorable, changes in the price of long beans to Rp 3,000/kg is still profitable, while Rp 2,500/kg and Rp 2,000/kg already unfavorable, changes in farming costs include labor, seed prices, fertilizer prices, and pesticide prices increased 3.6 percent are still profitable Keywords: financial, farming, long bean |
| Kata kunci | finansial, usahatani, kacang panjang |
| Pembimbing 1 | Dr. Ir. Agus Sutanto, M.P |
| Pembimbing 2 | Ir. Sri Widarni, M.Si |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2018 |
| Jumlah Halaman | 12 |
| Tgl. Entri | 2018-08-20 16:04:04.348546 |