Artikel Ilmiah : D1E011217 a.n. RIZKY HALIM
| NIM | D1E011217 |
|---|---|
| Namamhs | RIZKY HALIM |
| Judul Artikel | PENGARUH PERBEDAAN BAHAN PAKAN TERHADAP UMUR PERTAMA KALI BERTELUR DAN BOBOT PERTAMA KALI PRODUKSI ITIK TEGAL |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini berjudul “Pengaruh Perbedaan Bahan Pakan Terhadap Umur Pertama Kali Bertelur dan Bobot Telur Pertama Kali Produksi Itik Tegal”. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai September 2017 di Kelompok Tani Ternak itik (KTTI) Sumber Pangan, Kelurahan Gandasuli, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Sebanyak 5 peternak dipilih sebagai responden. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji perbedaan bahan pakan itik Tegal terhadap umur pertama kali bertelur dan bobot telur pertama kali produksi.Materi yang digunakan adalah itik Tegal betina umur 5 bulan sebanyak 60 ekor. Penelitian ini dilakukan metode survey dengan analisis mean, median, dan modus menggunakan SPSS. Bahan pakan dibagikan kepada 5 (lima) peternak yang sudah ditentukan. Perlakuan terdiri dari pakan A: (bekatul 41%, konsentrat itik 22,5%, jagung giling 36%, dan mineral mix 0,5%). Pakan B : (ikan rucah 35%, bekatul 34,5%, aking 20%, eceng gondok 10%, mineral mix 0,5%). Pakan C : (Ikan rucah 17%, bekatul 15%, aking 40%, jagung giling 9%, minyak sayur 3,5%, azolla microphylla 15%, mineral mix 0,5%). Pakan D : (Bekatul 24%, konsentrat itik 10,5%, jagung giling 35%, azolla microphylla 30%, mineral mix 0,5%).Penggunaan bahan pakan D (Azolla microphylla 30%) memberikan hasil terbaik jika dibandingkan dengan pakan A, B, dan C yaitu dengan rerata umur awal produksi 163,9 hari, dengan bobot telur awal produksi sebesar 59,6 gram. Penggunaan Azolla microphylla pada ransum masih perlu di kembangkan kembali dengan perlakuan dan metode lain agar pemanfaatan Azolla microphylla lebih optimal sebagai bahan pakan alternatif, serta dapat mengurangi biaya pakan ternak. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This research entitled "The Effect of Differences in Feed Ingredients on The First Time of Laying Eggs and The Weight of The First Egg Laid of Tegal Ducks". This research was conducted from August to September 2017 at Sumber Pangan Duck Farmers Group (KTTI), Gandasuli Village, Brebes District, Brebes Regency, Central Java. A total of 5 farmers were selected as respondents. The purpose of this study was to examine differences in the feed ingredients of Tegal ducks against the age of the first time laying eggs and the first egg production weight.The material used was female Tegal ducks at 5 months age as many as 60 heads. This research was conducted by survey method with mean, median, and mode using SPSS analysis. Feed ingredients are distributed to 5 (five) designated farmers. The treatment consisted of feed A: (41% bran, duck concentrate 22.5%, milled corn 36%, and mineral mix 0.5%). Food B: (35% trash fish, 34.5% bran, 20% aking, 10% water hyacinth, 0.5% mineral mix). Feed C: (Trash fish 17%, bran 15%, aking 40%, milled corn 9%, vegetable oil 3.5%, azolla microphylla 15%, mineral mix 0.5%). Feed D: (bran 24%, duck concentrate 10.5%, milled corn 35%, azolla microphylla 30%, mineral mix 0.5%). The use of D food ingredients (Azolla microphylla 30%) rescuesed the best response when compared to feed A, B, and C, with an average initial age of production of 163.9 days, and initial egg weight of 59.6 grams. The use of Azolla microphylla in the ration still needs to be developed with other treatments and methods so that the utilization of Azolla microphylla is more optimal as an alternative feed material, reduce the cost of feed. |
| Kata kunci | Umur pertama kali bertelur, Bobot telur pertama kali produksi,itik Tegal, Azolla microphylla, aking, eceng gondok. |
| Pembimbing 1 | Ir. H. Imam Suswoyo, M. Agr. Sc |
| Pembimbing 2 | Ir. Roesdiyanto, MP |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2018 |
| Jumlah Halaman | 9 |
| Tgl. Entri | 2018-08-20 14:52:13.950122 |