Artikel Ilmiah : F1C014007 a.n. ZULFANIDA NURUL SA'DIYYAH
| NIM | F1C014007 |
|---|---|
| Namamhs | ZULFANIDA NURUL SA'DIYYAH |
| Judul Artikel | STRATEGI MANAJEMEN KRISIS HUMAS PT. KERETA API INDONESIA (PT. KAI) DAOP 5 DALAM PENERTIBAN PEDAGANG ASONGAN DI STASIUN PURWOKERTO |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abstrak Skripsi ini membahas mengenai strategi manajemen krisis Humas PT. Kereta Api Indonesia (PT. KAI) Daop 5 Purwokerto dalam penertiban pedagang asongan. Penelitian ini dilatarbelakangi adanya penerapan kebijakan Undang-Undang Perkeretaapian Nomor 23 Tahun 2007 yang di dalamnya mengatur tentang larangan berjualan di kereta api dan stasiun. Hal tersebut memicu terjadinya aksi demonstrasi dan penolakan dari pihak pedagang asongan. Penolakan massa pedagang asongan salah satunya terjadi di Stasiun Purwokerto. Kejadian ini memunculkan krisis yang berdampak pada citra dan kualitas pelayanan PT. KAI Daop 5 Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi serta teknik pemilihan informan melalui purposive sampling. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manajemen krisis Humas PT. KAI Daop 5 Purwokerto dalam penertiban pedagang asongan di Stasiun Purwokerto. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teori Human Relations, konsep krisis dan manajemen krisis. Jenis validitas data yang dipakai adalah trianggulasi sumber, membandingkan hasil wawancara dengan hasil pengamatan dan dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis terkait dengan penertiban pedagang asongan di Stasiun Purwokerto dapat diselesaikan dengan baik oleh Humas PT. KAI Daop 5. Langkah-langkah pengelolaan pada masa pra-krisis dilakukan melalui, identifikasi, sosialisasi dan antisipasi krisis. Pada masa krisis akut dilakukan identifikasi dan analisis krisis, pendalaman mengenai isu dan opini yang berkembang, pembatasan isu melalui press release, analisis citra perusahaan, menyiapkan official dan unofficial spoke person, dan melakukan pengendalian krisis. Saat pasca krisis pengelolaan krisis meliputi tahap identifikasi, pendalaman data dan fakta, pendekatan internal, pelaksanaan program CSR, pembinaan porter, event, community development dan community involvement, serta melakukan evaluasi untuk perbaikan program kedepannya. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Abstract This study discusses about PR crisis management strategy of PT. Kereta Api Indonesia (PT. KAI) Daop 5 Purwokerto in order to control hawkers. This research is motivated by the implementation of the Railways Act No. 23 of 2007 which regulates the prohibition on selling on trains and stations. This led to demonstrations and rejection from the hawkers. One of the protests by hawkers was at Purwokerto Station. This event led to a crisis that had an impact on the image and quality of service of PT. KAI Daop 5 Purwokerto. This study uses qualitative methods with data collection techniques in-depth interviews, observation and documentation as well as informant selection techniques through purposive sampling. This study aims to find out the crisis management of Public Relations of PT. KAI Daop 5 Purwokerto in controlling hawkers at Purwokerto Station. The theory used in this study is the Human Relations Theory, the concept of crisis and crisis management. The type of data validity used is triangulation of sources, comparing the results of interviews with observations and documents. The results of the study showed that the crisis related to the control of hawkers at Purwokerto Station could be solved properly by the Public Relations of PT. KAI Daop 5. Management steps in the pre-crisis period are carried out through, identification, socialization and anticipation of the crisis. During the acute crisis, crisis identification and analysis was carried out, deepening of emerging issues and opinions, limitation of issues through press releases, analysis of company image, preparing official and unofficial spoke person, and controlling the crisis. When post-crisis crisis management includes the identification stage, data and fact deepening, internal approaches, CSR program implementation, porter coaching, events, community development and community involvement, as well as evaluating future program improvements. |
| Kata kunci | Kata Kunci: Manajemen Krisis, Humas, PT. KAI Daop 5, Pedagang Asongan |
| Pembimbing 1 | Dr. Mite Setiansah, M.Si. |
| Pembimbing 2 | Dr. Wisnu Widjanarko, M.Si. |
| Pembimbing 3 | Dr. S. Bekti Istiyanto, M.Si. |
| Tahun | 2018 |
| Jumlah Halaman | 14 |
| Tgl. Entri | 2018-08-20 13:27:33.981301 |