Artikel Ilmiah : G1B014034 a.n. NABILA NUR AMALIA

Kembali Update Delete

NIMG1B014034
NamamhsNABILA NUR AMALIA
Judul ArtikelIsu Keadilan Horizontal dalam Penggunaan Pelayanan Antenatal di Indonesia Tahun 2015
Abstrak (Bhs. Indonesia)Latar Belakang: Keberhasilan upaya kesehatan ibu dapat dilihat dari indikator Angka Kematian Ibu (AKI). Indonesia menempati peringkat 3 dengan AKI terbanyak se Asia Tenggara. Penurunan AKI menjadi tantangan tersendiri karena saat berakhirnya Millennium Development Goals (MDGs) 5 Indonesia belum mencapai target. Salah satu upaya penurunan AKI adalah dengan pelayanan antenatal. Indonesia perlu mengevaluasi pelayanan antenatal untuk melihat keadilan dalam pelayanan tersebut. Penelitian ini menganalisis keadilan dalam penggunaan pelayanan antenatal di Indonesia pada tahun 2015.
Metode: Penelitian ini menggunakan data sekunder Indonesia Family Life Survey Tahun 2015, dengan pendekatan studi cross sectional. Penelitian ini menggunakan kurva konsentrasi dan indeks konsentrasi untuk mengetahui trend keadilan dalam penggunaan pelayanan antenatal.
Hasil Penelitian: Kurva konsentrasi 4+ kunjungan antenatal, pelayanan suntik tetanus toxoid dan kunjungan pelayanan antenatal ke fasilitas kesehatan berada dibawah garis kesamaan. Indeks konsentrasi untuk 4+ kunjungan antenatal adalah 0,01, suntik TT yaitu 0,0099, dan kunjungan antenatal ke fasilitas kesehatan yaitu 0,0019, dari hasil kurva dan indeks konsentrasi bahwa pelayanan antenatal di Indonesia masih dimanfaatkan oleh orang yang berada di kuintil 5.
Simpulan: Pelayanan anetanatal di Indonesia tahun 2015 masih dimanfaatkan oleh orang kaya.
Abtrak (Bhs. Inggris)Background: The success of maternal healthcare can be seen from the indicator of Maternal Mortality Rate (MMR). The lastest UNICEF data shows that Indonesia in the 3rd position with the largest MMR in Southeast Asia. Indonesia still has a challenge to decrease MMR due to lack of achieving Millennium Development Goals (MDGs) target. One of the efforts to decrease MMR is antenatal care. Indonesia needs to evaluate antenatal care to see equity in the service. This study analyzes equity of antenatal care utilization in Indonesia in 2015.
Methods: This study used secondary data from Indonesia Family Life Survey 2015 with cross sectional study approach, and used concentration curve and concentration index to examine the trend in equity of antenatal care utilization.
Results: The concentration curve of 4+ antenatal visits, tetanus toxoid injection services and ANC service from medically trained are below the equality line. The concentration index for 4+ antenatal visits is 0.01, TT injection is 0.0099, and antenatal visit to health facility is 0.0019, from curve and concentration index result that antenatal care in Indonesia is still utilized by rich people.
Conclusion: Antenatal care in Indonesia in 2015 still pro rich.
Kata kunciPelayanan Antenatal, Indonesia, Keadilan Horizontal, Kurva Konsentrasi, Indeks Konsentrasi
Pembimbing 1Dr.sc.hum. Budi Aji, S.KM., M.Sc.
Pembimbing 2Dr. Arih Diyaning Intiasari, S.KM., MPH.
Pembimbing 3
Tahun2018
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri2018-08-19 20:23:53.298189
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.