Artikel Ilmiah : G1F014039 a.n. ALIM WIJAYA

Kembali Update Delete

NIMG1F014039
NamamhsALIM WIJAYA
Judul ArtikelAKTIVITAS ANTIFUNGI SENYAWA 1,3,5,7-TETRAHIDROKSIANTRAKUINON HASIL SINTESIS TERHADAP Candida albicans, Malassezia furfur, dan Pityrosporum ovale
Abstrak (Bhs. Indonesia)Alim Wijaya1, Muhamad Salman Fareza2, Eka Prasasti3

1,2,3 Jurusan Farmasi Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman
alimwijaya54@gmail.com

Kata kunci: Antrakuinon, antifungi, 1,3,5,7-
Tetrahidroksiantrakuinon, C.albicans,
M. furfur, P.ovale) 1,3,5,7-tetrahidroksiantrakuinon merupakan senyawa turunan antrakuinon memiliki aktivitas antibakteri tetapi belum diketahui aktivitas antifunginya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat antifungi senyawa 1,3,5,7-tetrahidroksiantrakuinon terhadap fungi patogen. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental meliputi sintesis senyawa 1,3,5,7-tetrahidroksiantrakuinon dari asam 3,5-dihidroksibenzoat dan asam sulfat pekat selama 2 jam dalam suhu 120 ᵒC. Senyawa produk diidentifikasi menggunakan KLT dan Spektroskopi NMR. Uji aktivitas antifungi menggunakan metode uji difusi padat. Randemen senyawa yang didapatkan sebesar 92% dan nilai zona diameter hambat terhadap C. albicans, M. furfur, dan P. ovale secara berturut-turut adalah 2,89-8,67; 0,89-3,11; dan 1,55-6 mm. 1,3,5,7-tetrahidroksiantrakuinon dapat menghambat aktivitas fungi dengan kategori resisten.
Abtrak (Bhs. Inggris)1,3,5,7-tetrahydroxyanthraquinone is anthraquinone derivative which has been studied has antibacterial activity but not yet known its antifungal activity. The puspose was to determine the antifungal activity of 1,3,5,7-tetrahydroxyanthraquinone to pathogenic fungus. This was ecperimental research include sinthesist of 1,3,5,7-tetrahydroxyanthraquinone from 3,5-dihydroxybenzoic acid and concentrated sulfuric acid for 2 hours on 120 ᵒC. The result is identified with TLC and NMR. Antifungal activity test is performed with disk diffusion method. A yield value was 92% dan the value of inhibitory diameter zone to C. albicans, M. furfur, and P. ovale consecutively was 2,89-8,67; 0,89-3,11; and 1,55-6 mm. 1,3,5,7-tetrahidroksiantrakuinon was able to inhibite fungi in resistant category.
Kata kunciAntrakuinon, antifungi, 1,3,5,7- Tetrahidroksiantrakuinon, C.albicans, M. furfur, P.ovale)
Pembimbing 1Muhamad Salman Fareza
Pembimbing 2Eka Prasasti Nur Rachmani
Pembimbing 3
Tahun2018
Jumlah Halaman6
Tgl. Entri2018-08-16 09:23:04.842272
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.