Artikel Ilmiah : H1D014031 a.n. TOMY EKO WIJAYANTO

Kembali Update Delete

NIMH1D014031
NamamhsTOMY EKO WIJAYANTO
Judul ArtikelPENGARUH TEBAL PELAT PADA PAPAN PANEL PRACETAK
DARI LIMBAH SERUTAN BAMBU PETUNG
Abstrak (Bhs. Indonesia)Sebuah gedung tentunya memiliki bagian - bagian strukutral nya seperti pondasi, kolom, balok dan juga dinding. Batu bata merupakan bahan material utama penyusun dinding. Namun, permasalahan bahan baku mulai muncul karena ketersediaan tanah liat yang tidak merata di Indonesia dan harga yang tinggi. Rekayasa bahan yang menunjang kebutuhan tersebut banyak mengarah pada bahan komposit. Solusi yang mungkin untuk mengatasi segala kelemahan dan mempertahankan atau meningkatan keunggulan adalah dengan menciptakan papan panel pracetak dari bahan komposit semen limbah serutan bambu. Semen sebagai bahan ikat hidrolis yang dikompositkan dengan limbah serutan bambu yang ditambah dengan katalis CaCl2 sebagai accelerator diharapkan mampu menjadi alternatif bahan penyusun dinding. Penelitian tentang perilaku fisika maupun mekanika papan panel pracetak perlu dilakukan untuk mengetahui kinerja semen komposit dengan beberapa variasi tebal pelat. Pengujian sifat fisika yang meliputi pengujian kadar air menghasilkan nilai rata-rata sebesar 9,81%, pengujian kerapatan menghasilkan nilai rata-rata sebesar 1,20 g/cm3, pengujian pengembangan tebal menghasilkan nilai rata-rata sebesar 5,79% pada pengujian jam ke-2 dan 10,22% pada pengujian jam ke-24, serta pengujian penyerapan air mengahasilkan nilai rata-rata sebesar 20,52% pada pengujian jam ke-2 dan 22,08% pada pengujian jam ke-24. Sedangkan hasil pengujian mekanikan menghasilkan nilai Modulus of Rupture (MOR) rata-rata jarak pada tebal pelat 6 cm, 8 cm, dan 10 cm berturut-turut sebesar 2,005 MPa, 1,655 MPa, dan 1,913 MPa serta untuk nilai Modulus of Elasticity (MOE) rata-rata pada tebal pelat 6 cm, 8 cm, dan 10 cm berturut-turut sebesar 342,542 MPa, 200,687 MPa, dan 264,949 MPa.
Abtrak (Bhs. Inggris)Building must have structural parts such as foundations, columns, beams and walls. Bricks are the main ingredients for building walls. However, raw material problems began to emerge due to uneven clay availability in Indonesia and high prices. Engineering materials that support these needs lead to a lot of composite materials. Possible solutions to overcome all weaknesses and maintain or enhance excellence is to create precast panel boards from composite materials of bamboo shavings. Cement as a hydraulic binder material composited with bamboo shavings waste coupled with CaCl2 catalyst as an accelerator is expected to be an alternative wall composition material. Research on the physics behavior and precast panel panel mechanics needs to be done to find out the performance of composite cement with some variation of plate thickness. Testing the physical properties which includes testing the moisture content yields an average value of 9.81%, density testing yields an average value of 1.20 g / cm3, thickness development testing yields an average value of 5.79% on test hours 2 and 10.22% in the 24th hour test, and water absorption test yielded an average value of 20.52% in the 2nd and 22.08% testing on the 24th hour test. While the results of mechanical testing resulted in the value of Modulus of Rupture (MOR) the average distance on plate thickness of 6 cm, 8 cm, and 10 cm respectively of 2,005 MPa, 1,655 MPa and 1,913 MPa and for the value of Modulus of Elasticity (MOE) average in thickness of 6 cm, 8 cm, and 10 cm plates respectively of 342,542 MPa, 200,687 MPa and 264,949 MPa.
Kata kunciLimbah serutan bambu, semen komposit.
Pembimbing 1Nor Intang Setyo Hermanto
Pembimbing 2Arnie Widyaningrum
Pembimbing 3
Tahun2018
Jumlah Halaman16
Tgl. Entri2018-07-28 12:09:20.991753
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.