Artikel Ilmiah : B1J014089 a.n. NURUL HIDAYATI SURATMAN

Kembali Update Delete

NIMB1J014089
NamamhsNURUL HIDAYATI SURATMAN
Judul ArtikelPENGARUH PEMBERIAN INOKULUM MIKORIZA VESIKULA ARBUSKULA (MVA) CAMPURAN TERHADAP KEMUNCULAN PENYAKIT BUSUK BATANG PADA TANAMAN JAGUNG (Zea mays)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Jagung (Zea mays) merupakan salah satu tanaman penghasil karbohidrat yang penting di Indonesia. Penyakit busuk batang yang disebabkan oleh Fusarium moniliforme menyebabkan produksi jagung mengalami penurunan. Salah satu cara mengendalikan penyakit busuk batang yang ramah lingkungan adalah menggunakan agensia pengendali hayati. Agensia mengendalikan pengendali hayati yang dapat digunakan adalah mikoriza vesikula arbuskula (MVA). Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap. terdiri dari dua jenis perlakuan yang dikombinasikan 5 dosis MVA campuran (10g/tanaman, 15 g/tanaman, 20 g/tanaman, 25 g/tanaman, 30 g/tanaman) dan 2 waktu pemberian MVA yakni ketika biji ditanam dan bibit dipindahtanamkan. Parameter utama yang diamati meliputi masa inkubasi penyakit dan intensitas penyakit busuk batang dan parameter pendukung yaitu pH tanah, temperatur, kelembapan ruang, dan derajat infeksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian inokulum MVA campuran dengan dosis dan cara inokulasi yang berbeda belum mampu menurunkan intensitas penyakit busuk batang pada tanaman jagung namun dapat memperpanjang masa inkubasi penyakit busuk batang. Pemberian inokulum MVA dosis 15 gram yang diinokulasikan ketika biji dtanam dapat memperpanjang masa inkubasi penyakit busuk batang.
Abtrak (Bhs. Inggris)Maize (Zea mays) is one of the most important crops in Indonesia as a source of carbohydrates. Stalk rot disease is caused by Fusarium moniliforme can reduce yield of corn. An environmental friendy way to reduce stalk rot disease is the use biological control agent. One of microorganisms which can be a biological control agent is Vesicular Arbuscular Mycorrhiza (VAM). This research use experimental method with a Completely Randomized Design (CRD). The experimental treatment consists of two types of treatment which combine 6 dosages of VAM inoculum mixture (0 g/plant, 10 g/plant, 15 g/plant, 20 g/plant, 25 g/plant, and 30 g/plant) and two inoculation method VAM is inoculated when seeds are planted and inoculation when the seedlings are replanted. The parameters was observed the incubation period of the disease and the intensity of stalk rot as the main parameted and the measurement of pH, temperature, room humidity, and the degree of infection as supporting parameters. The results of this research showed that the dosage and inoculation of VAM mixture is not able to reduce the emergence of stalk rot disease on maize but it was able to extend the incubation period of disease. The inoculation 15 g/plant given when it was planted from seeds should done has the longest incubation period of disease.
Kata kunciJagung, Fusarium moniliforme, MVA
Pembimbing 1Drs. Uki Dwiputranto, Grad.Dip.Sc.,M.Sc.
Pembimbing 2Dra. Purnomowati,S.U.
Pembimbing 3
Tahun2018
Jumlah Halaman5
Tgl. Entri2018-07-18 17:00:00.738129
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.