Artikel Ilmiah : C1A012097 a.n. INDAH MEI SETYAWATI

Kembali Update Delete

NIMC1A012097
NamamhsINDAH MEI SETYAWATI
Judul ArtikelIDENTIFIKASI TANAMAN PANGAN SEBAGAI PRODUK UNGGULAN SETIAP KECAMATAN DI KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini berjudul “Identifikasi Tanaman Pangan Sebagai Produk Unggulan Setiap Kecamatan di Kabupaten Banyumas”. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi komoditas tanaman pangan manakah yang memiliki pertumbuhan cepat, berdaya saing serta berpotensi untuk dikembangkan di setiap kecamatan di Kabupaten Banyumas.
Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menggunakan data sekunder. Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari literature atau publikasi ilmiah yang berkaitan dengan rumusan masalah penelitian serta dari instansi terkait seperti Badan Pusat Statistik, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, dan Dinas Perdagangan , Industri dan Koperasi. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Model Rasio Pertumbuhan (MRP), Shift-Share Esteban Marquillas, dan Overlay.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak semua jenis komoditas tanaman pangan yang memenuhi kriteria potensial unggulan terdapat di semua kecamatan. Komoditas tanaman pangan yang potensial dikembangkan yaitu komoditas padi sawah potensial dikembangkan pada kecamatan Kebasen, Ajibarang, Karanglewas dan Kembaran, komoditas padi ladang di kecamatan Kebasen, Kemranjen, Sumpiuh, Karanglewas, Kedungbanteng, Baturaden, Kembaran, Purwokerto Barat, Purwokerto Timur dan Purwokerto Utara, Komoditas jagung di Wangon, Pekuncen, Sokaraja, Purwokerto Selatan, Purwokerto Timur dan Purwokerto Utara, komoditas ketela pohon di kecamatan Lumbir, Wangon, Rawalo, Kedungbanteng, Kembaran, Purwokerto Selatan, Purwokerto Barat dan Purwokerto Utara, komoditas ubi jalar di kecamatan Lumbir, Wangon, Banyumas, Cilongok, Karanglewas, Baturaden, Sumbang, Purwokerto Selatan, Purwokerto Barat dan Purwokerto Utara, komoditas kacang tanah di kecamatan Rawalo, Ajibarang, Cilongok, Kedungbanteng, Kembaran, Sokaraja, Purwokerto Selatan, Purwokerto Barat dan Purwokerto Utara, komoditas kedelai di kecamatan Tambak, Kalibagor, Patikraja, Ajibarang, Pekuncen, Cilongok, Karanglewas, Kedungbanteng, Baturaden, Kembaran dan Purwokerto Barat, serta komoditas kacang hijau di kecamatan Rawalo, Kebasen, Tambak, Patikraja, Purwojati dan Sokaraja. Komoditas tersebut dapat dikembangkan di kecamatan-kecamatan tersebut agar menjadi lebih baik produksinya di masa yang akan datang.
Implikasi untuk penelitian ini yaitu perlu adanya upaya sebagaimana mestinya dalam meningkatan produktivitas usaha pertanian, salah satunya melalui peningkatan penggunaan bibit unggul, pemeliharaan dan optimasi pemanfaatan infrastruktur irigasi dan jalan desa serta penentuan harga untuk komoditas tanaman pangan. Komoditas unggulan sektor pangan kecamatan di Kabupaten Banyumas cukup beragam, dengan memprioritaskan komoditas unggulan pangan dalam berbagai hal misalnya dalam pengembangan teknologi, strategi pemasaran dan peningkatan ketrampilan pekerja komoditas tersebut. Ketika salah satu komoditas semakin berkembang, maka komoditas terkait dengan komoditas tersebut akan semakin berkembang juga.
Abtrak (Bhs. Inggris)The study entitled “Identification of Food Crops as Featured Products of Each Subdistrict in Banyumas Regency”. It purposed to identify which food crops that had been fast growth, competitive, and also potential to be developed in each subdistrict of Banyumas Regency.
Furthermore, the method was literature study by using secondary data. Data came from literatures and scientific journals related research problem formulation and institutions such as Indonesian Central Bureau of Statistics, Department of Agriculture and Food Security, and Department of Commerce, Industry, and Cooperatives. Analysis tools were Growth Ratio Model (MRP), Shift-Share Esteban Marquillas, and Overlay.
Result showed that not all type of food crop commodities compete featured potency criterias in each subdistrict. Commodity of paddy rice could potentially be developed in Kebasen, Ajibarang, Karanglewas and Kembaran Subdistricts. The commodity of field rice could potentially be developed in Kebasen, Kemranjen, Sumpiuh, Karanglewas, Kedungbanteng, Baturaden, Kembaran, West Purwokerto, East Purwokerto and North Purwokerto Subdistricts. The commodity of potential corns could potentially be developed in Wangon, Pekuncen, Sokaraja, South Purwokerto, East Purwokerto and North Purwokerto Subdistricts. The commodity of cassavas could potentially be developed in Lumbir, Wangon, Rawalo, Kedungbanteng, Kembaran, South Purwokerto, West Purwokerto and North Purwokert Subdistricts. The commodity of sweet potatos could potentially be developed in Lumbir, Wangon, Banyumas, Cilongok, Karanglewas, Baturaden, Sumbang, South Purwokerto, West Purwokerto and North Purwokerto Subdistrict. The commodity peanuts could potentially be developed in Rawalo, Ajibarang, Cilongok, Kedungbanteng, Kembaran, Sokaraja, South Purwokerto, West Purwokerto and North Purwokerto Subdistricts. The commodity of soybeans could potentially be developed in Tambak, Kalibagor, Patikraja, Ajibarang, Pekuncen, Cilongok, Karanglewas, Kedungbanteng, Baturaden, Kembaran and West Purwokerto Subdistricts. Then, The commodity of green beans could potentially be developed in Rawalo, Kebasen, Tambak, Patikraja, Purwojati and Sokaraja Subdistricts. The commodities could be developed in those subdistricts for the better production in the future.
The implications for this research are the need of special efforts to increase the food crops production and productivity. one of them is through increasing the use of superior seeds, maintenance and optimization of irrigation infrastructure utilization and village road and pricing for food crop commodities. The main commodities of the sub-district's food sector in Banyumas Regency are quite diverse, prioritizing food commodities in various matters such as technology development, marketing strategy and skills improvement of commodity workers. When one commodity grows, commodities related to that commodity will grow as well.
Kata kunciTanaman Pangan, Produk Unggulan, Shift-Share Esteban Marquillas, MRP, Overlay.
Pembimbing 1Dra. Emmy Saraswati, M.S
Pembimbing 2Ratna Setyawati G, S.E, M.Si
Pembimbing 3Drs. Herman Sambodo, MP
Tahun2018
Jumlah Halaman21
Tgl. Entri2018-07-04 13:41:27.047069
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.