Artikel Ilmiah : F1B013011 a.n. IKMAL ZABAL ALIK

Kembali Update Delete

NIMF1B013011
NamamhsIKMAL ZABAL ALIK
Judul ArtikelCOLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PENGELOLAAN HUTAN BERSAMA MASYARAKAT (PHBM) DI DESA KETENGER KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)Collaborative Governance saat ini banyak digunakan dalam menyelesaikan permasalahan publik atau mengelola suatu program, salah satunya digunakan dalam upaya penanganan hutan yakni dalam program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) yang bertujuan untuk mengelola hutan bersama dengan mengajak masyarakat dan stakeholders untuk ikut berpartisipasi dalam mengelola dan menjaga hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menggambarkan secara mendalam mengenai Collaborative governance dalam Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) di Desa Ketenger Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriftif. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara umum Collaborative Governance yang dilakukan dalam program PHBM mampu mendorong peningkatan terhadap kelestarian hutan dan kesejahteraan masyaraka melalui munculnya inovasi dalam memaksimalkan potensi sumberdaya alam yang ada dengan cara membuka dan mengelola wisata alam yang ada dipinggiran hutan. sedangkan forum komunikasi antar pemangku kepentingan yang sudah dibentuk tidak dimanfaatkan dengan baik sehingga mengakibatkan kendala dalam proses kolaborasi antar pihak pemangku kepentingan, dimana hal tersebut menyebabkan kurangnya kepecayaan antar pemangku kepentingan, komitmen terhadap proses kolaborasi yang masih kurang antar pemangku kepentingan, koordninasi yang masih terkendala antar pemangku kepentingan, dan kepemilikan bersama dalam proses kolaborasi antar para pemangku kepentingan yang harus ditingkatkan.
Abtrak (Bhs. Inggris)Collaborative Governance is now widely used in solving public problems or managing a program, one of which is used in forest management efforts in the Community Collaborative Forest Management (PHBM) program which aims to manage forests together by engaging communities and stakeholders to participate in managing and maintaining Forest. This study aims to know and describe in depth about Collaborative governance in Collaborative Forest Management Society (PHBM) in Ketenger Village, Banyumas Regency. The research method used is descriptive qualitative research. Research location in Ketenger Village of Banyumas Regency. Theory used is by mangadaptasi Collaborative Governance model according to Ansell and Gash The results showed that in general Collaborative Governance conducted in the program PHBM able to encourage improvements to forest sustainability and welfare masyaraka through the emergence of innovation in maximizing the potential of existing natural resources by opening and managing natural attractions that exist on the edge of the forest. whereas communication forums among stakeholders that have been formed are not well utilized, resulting in constraints in the process of collaboration among stakeholders, which leads to lack of trust among stakeholders, a commitment to less collaborative processes among stakeholders, the coordination that is still constrained between stakeholders, and collective ownership in the process of collaboration among stakeholders to be improved
Kata kunciCollaborative Forest Management, Collaborative Governance
Pembimbing 1Prof. Dr. P. Israwan Setyoko, MS
Pembimbing 2Dr. Slamet Rosyadi, M.Si
Pembimbing 3
Tahun2018
Jumlah Halaman15
Tgl. Entri2018-05-18 13:53:05.474726
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.