Artikel Ilmiah : G1B013032 a.n. RIZKY DHAHIFA WAHYUNI
| NIM | G1B013032 |
|---|---|
| Namamhs | RIZKY DHAHIFA WAHYUNI |
| Judul Artikel | Analisis Kebutuhan Pendidikan Kesehatan Reproduksi bagi Mahasiswa Unsoed di Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa (PIK-M) Aksiologi |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Latar Belakang: Kurangnya kewaspadaan remaja terhadap masalah perilaku seksual juga dikarenakan kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja, untuk mengatasi hal tersebut dibutuhkan adanya pendidikan kesehatan reproduksi bagi remaja. Oleh karena itu dibutuhkan analisis kebutuhan pendidikan kesehatan reproduksi bagi mahasiswa, agar program tersebut sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Metodologi: Penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subyek penelitian terdiri dari enam informan utama mahasiswa usia 15-24 tahun yang mengetahui adanya PIK-M Aksiologi dan informan pendukung tiga pengurus PIK-M Aksiologi, satu Pembina dan satu DPPKBP3A. Teknik pengumpulan data dengan wawancara mendalam. Analisis data menggunakan model Miles dan Hurberman, Hasil Penelitian: Pemahaman informan utama tentang kesehatan reproduksi yaitu mencakup proses dan fungsi reproduksi. Manfaat mengetahui kesehatan reproduksi yang dirasakan informan utama, yaitu jadi lebih mengetahui mengenai organ reproduksi serta permasalahan-permasalahannya, sehingga bisa membentengi diri dan bisa merawat kesehatan reproduksinya serta bisa memberikan edukasi kepada yang lain. Menurut informan utama permasalahan kesehatan reproduksi remaja yaitu seksualitas, HIV/AIDS, dan Napza dengan faktor-faktor pendorongnya dilihat dari aspek spiritual, sosial, keluarga, pendidikan, pengetahuan, ekonomi, budaya dan kontrol diri. Sumber informasi kesehatan reproduksi informan utama adalah internet, materi kuliah dan diskusi. Pencegahan perilaku berisiko dengan memperhatikan aspek spiritual, sosial, kontrol keluarga, kontrol diri dan pengembangan diri dengan mencari kegiatan yang positif. Sarana yang paling sering digunakan oleh informan utama adalah gadget (hp dan laptop). Metode yang dibutuhkan adalah diskusi dan seminar. Materi yang dibutuhkan adalah seksualitas. Media yang dibutuhkan adalah media sosial (Instagram, OA Line, Youtube, Blog), audio visual (film pendek), dan leaflet. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan reproduksi yang dibutuhkan informan utama yaitu, menggunakan metode diskusi dan seminar, dengan materi seksualitas dan melalui media sosial (Instagram, OA Line, Youtube, Blog), audio visual (film pendek), dan leaflet. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Background: Lack of adolescent vigilance against sexual behavior problems also due to have lack of knowledge about adolescent reproductive health, to overcome the problem it is needed reproduction health education for adolescents. Therefore, it is needed an analysis of health education for students, so the program is suited with the students’ needs. Methods: This research was qualitative using descriptive approach. The Subjects of research were six main students, 15-24 years old who know PIK-M Aksiologi, suppoting informants, three board of PIK-M Aksiologi, one adviser and one from DPPKBP3A. The techniques of collecting data use deep interviews. Data analysis use Miles and Hurberman model. Results: The main informant’s understanding of repductive health is reproductive processes and reproductive functions . The benefits of knowing reproductive health that is felt by main informant, is knowing more detail about the reproductive organs and the problems, so she/he can keep her/himself and can care for reproductive health and can educate to others. According to the main informants, the problem of adolescent reproductive health is sexuality, HIV/AIDS, and Drugs with stimulating factors, which can be seen by the spiritual, social, family, education, knowledge, economy, culture and self control aspect. The primary sources of reproductive health information are internet, lecture and discussion. Prevention of risky behavior pay attention to spiritual, social, family control, self control and self development by seeking positive activities. The means that most often used by informants are gadget (hp and laptop). The required methods are discussion and seminars. The required material is sexuality. The required media are social media (Instagram, OA Line, Youtube, Blog), audio visual (short movie) and leaflet. Conclusion: Reproductive health education is needed by informants, using discussion and seminar methods, with sexual material and through social media (Instagram, OA Line, Youtube, Blog), audio visual (short movie) and leaflet. |
| Kata kunci | kebutuhan, pendidikan kesehatan reproduksi, PIK-M |
| Pembimbing 1 | Colti Sistiarani, S. KM., M. Kes. |
| Pembimbing 2 | Arrum Firda Ayu M., S. KM., M. Kes. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2018 |
| Jumlah Halaman | 17 |
| Tgl. Entri | 2018-05-17 21:38:24.2983 |