Artikel Ilmiah : A1H011025 a.n. CATUR FEBRIYANTO
| NIM | A1H011025 |
|---|---|
| Namamhs | CATUR FEBRIYANTO |
| Judul Artikel | PERTUMBUHAN DAN HASIL BENIH KENTANG AEROPONIK DI DATARAN RENDAH PADA PERBEDAAN PENGGUNAAN BIBIT AWAL |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Kentang merupakan salah satu komoditas sayuran yang mempunyai nilai ekonomi tinggi. Namun, produksi kentang cenderung menurun dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini disebabkan masih terbatasnya ketersediaan benih kentang yang berkualitas. Budidaya tanaman kentang banyak dilakukan di dataran tinggi, oleh karena itu perlu dilakukan penelitian tanaman kentang di dataran rendah (110 m dpl). Pada penelitian ini, sistem aeroponik digunakan untuk produksi benih kentang. Aeroponik adalah cara bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam dan nutrisi diberikan dengan cara disemprotkan langsung ke daerah perakaran (tanaman menggantung di udara). Bibit kentang yang digunakan adalah varietas Granola dengan perbedaan stek. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengaruh bibit stek yang berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil benih kentang pada sistem aeroponik di dataran rendah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi. Variabel yang diamati meliputi iklim mikro (suhu lingkungan, kelembaban lingkungan, suhu daun, radiasi yang diterima oleh daun), data pertumbuhan tanaman (tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah dan berat benih). Data yang diperoleh dianalisis dengan cara menghitung nilai rata-rata, dan selanjutnya dibuat grafik. Data hasil benih kentang kemudian ditabulasikan menggunakan anova untuk melihat apakah perbedaan stek berpengaruh terhadap jumlah benih yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukan tidak ada perbedaan pertumbuhan dan jumlah benih kentang yang dihasilkan secara signifikan antara stek 1 dan stek 2. Jumlah benih pada stek 1 sebanyak 778 buah, sedangkan stek 2 sebanyak 741. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Potato is one of the vegetable commodities that have high economic value. However, potato production has tended to decline in recent years. This is due to the limited availability of quality potato seeds. Cultivation of potato plants is mostly done in the highlands, therefore it is necessary to study potato plants in the lowlands (110 m asl). In this study, aeroponic systems are used for the production of seed potatoes. Aeroponics is a way of farming without using soil as a planting medium and nutrients are given by spraying directly into the root area. Plants hung on a place with roots left open and hanging, nutrients are given by sprayed and for plants to grow maximum then the air humidity where cultivated plants should be maintained. Potato seeds used are varieties Granola with different cuttings. The aim of this research is to get the effect of different cuttings on growth and yield of potato seeds in lowland aeroponic system. The method used in this study is the method of observation. Observed variables include microclimate (ambient temperature, environmental humidity, leaf temperature, leaf radiatio), plant growth data (plant height, number of leaves, number and weight of seed). The data obtained were analyzed by calculating the average value and then graph. The seed potato data was then tabulated using anova to see if the difference of cuttings affected the number of seeds produced. The results showed no difference in growth and the number of seed potatoes produced significantly between cuttings 1 and cuttings 2. The number of seeds in cuttings 1 as much as 778 pieces, while the 2 cuttings as much as 741. |
| Kata kunci | Kata kunci: Kentang, aeroponik, bibit kentang, dataran rendah |
| Pembimbing 1 | Dr. Eni Sumarni, S.TP., M.Si |
| Pembimbing 2 | Dr. Ardiansyah, S.TP., M.Si |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2018 |
| Jumlah Halaman | 7 |
| Tgl. Entri | 2018-05-15 06:09:06.738536 |