Artikel Ilmiah : C1J011027 a.n. INGWIE VALENTINA

Kembali Update Delete

NIMC1J011027
NamamhsINGWIE VALENTINA
Judul ArtikelAN ANALYSIS OF BANANA FARMING AND MARKETING IN PURBALINGGA REGENCY
Abstrak (Bhs. Indonesia)Buah pisang bagi petani di Kabupaten Purbalingga memiliki peran cukup strategis terutama dalam meningkatkan pendapatan keluarga. Buah pisang tidak dipengaruhi musim dan dapat berproduksi sepanjang tahun.
Rendahnya produktivitas secara teknis juga dipengaruhi oleh berbagai faktor produksi, iklim, cara budidaya serta keterbatasan modal atau pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya struktur pasar dan sistem pemasaran buah pisang di Kabupaten Purbalingga, serta seberapa besar tingkat efisiensi ekonomi dalam usahatani pisang di Kecamatan Purbalingga.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey yang dilakukan di Kabupaten Purbalingga. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh populasi yang ada pada waktu penelitian yang dilakukan di Kabupaten Purbalingga yaitu sejumlah 30 responden. Teknik penelitian yang digunakan adalah metode survey, yaitu penelitian yang mengambil sampel dari suatu populasi dengan menggunakan kuesioner sebagai alat untuk mengumpulkan data.
Berdasarkan perhitungan rata-rata penerimaan total dari usahatani Pisang adalah sebesar Rp 8.119.833,33 sedangkan rata-rata biaya total yang dikeluarkan petani Pisang adalah sebesar Rp 5.562.983,00. Berdasarkan nilai tersebut maka diperoleh nilai R/C ratio rata-rata sebesar 1.46 yang artinya setiap satu rupiah biaya yang dikeluarkan maka akan memperoleh nilai sebesar Rp 1.46. Karena nilai R/C lebih dari satu maka dapat disimpulkan bahwa usahatani Pisang di Kabupaten Purbalingga sudah efisien. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan Usahatani buah pisang di Kabupaten Purbalingga belum efisien ditolak. Berdasarkan hasil analisis saluran pemasaran I sebesar 37,50 persen memiliki farmer’s share lebih rendah dibandingkan saluran pemasaran II, yaitu sebesar 45,00 persen. Hal ini menunjukan bahwa semakin banyak lembaga pemasaran yang terlibat dalam pemasaran buah pisang di Kabupaten Purbalingga maka semakin kecil bagian yang diterima petani. Sebaliknya semakin sedikit lembaga pemasaran yang terlibat dalam lembaga pemasaran buah pisang maka bagian yang diterima petani semakin besar. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan Usahatani pisang di Kabupaten Purbalingga yang diterima petani (farmer share) masih rendah dapat diterima.
Abtrak (Bhs. Inggris)Banana has a strategic role for farmers in Purbalingga Regency, especially in increasing family income. Bananas are not affected by the season and can produce throughout the year. Low productivity is technically affected by various factors, including production, climate, cultivation method and capital limitation or income of farmers. This research aims to analyze the importance of market structure and marketing system of banana in Purbalingga Regency, and the level of economic efficiency in banana farming in Purbalingga Regency.
Research technique used in this research is survey method, in Purbalingga Regency. The population in this research on the all existing population consisting in Purbalingga Regency of 30 respondents. The research technique used in this research is survey method, the research takes sample from a population by using questionnaire as a tool to collect data.
Based on the calculation the average total revenue of banana farming is Rp 8,119,833.33, while the average total cost incurred by banana farmers is Rp 5,562,983.00. Based on these values, it is obtained the average value of R/C ratio of 1.46, meaning that every one rupiah incurred will obtain a value of Rp 1.46. Because the value of R/C is more than one, then it can be concluded that banana farming in Purbalingga Regency has been efficient. Thus the hypothesis that banana farming in Purbalingga Regency has not been efficient is rejected. Based on the analysis farmer’s share of marketing channel I is 37.50 percent lower than that of marketing channel II of 45.00 percent. This indicates that the more marketing agencies involved in the marketing of banana in Purbalingga Regency, the smaller the farmer’s share. Conversely, the fewer the marketing agencies involved in the marketing of banana, the greater the farmer’s share. Accordingly the hypothesis that the farmer’s share in Purbalingga Regency is low is accepted.
Kata kunciBanana Farming, Tabulation Analysis, Economic Efficiency (R/C Ratio), Market Structure and Farmer’s Share.
Pembimbing 1Drs. Indi Sutopo, MM
Pembimbing 2Dra. Endang Setiasih, MM
Pembimbing 3Istiqomah, S.E, M.Sc, Ph.D
Tahun2018
Jumlah Halaman21
Tgl. Entri2018-03-29 12:57:26.914185
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.