Artikel Ilmiah : B2A015021 a.n. YOHANA KRISTIANTI

Kembali Update Delete

NIMB2A015021
NamamhsYOHANA KRISTIANTI
Judul ArtikelKEMAMPUAN KENAF (Hibiscus cannabinus L.) MENYERAP LOGAM KROM (Cr) PADA MEDIA DENGAN PENAMBAHAN ASAM HUMAT SEBAGAI UPAYA FITOREMEDIASI LOGAM BERAT
Abstrak (Bhs. Indonesia)Perkembangan penelitian telah menemukan upaya-upaya mengatasi pencemaran logam berat melalui pendekatan secara biologi yang disebut dengan bioremediasi. Teknik ini dikenal paling efektif dan murah dalam mengatasi kontaminasi logam berat di dalam tanah atau badan air. Salah satu jenis tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai fitoremediator adalah kenaf (Hibiscus cannabinus L) tumbuhan famili Malvaceae. Tujuan dari penelitian ini adalah: mengetahui pengaruh interaksi Cr dan asam humat terhadap parameter pertumbuhan tanaman kenaf dan serapan Cr pada kenaf, mengetahui pada konsentrasi berapakah interaksi Cr dan asam humat menunjukkan pertumbuhan terbaik pada tanaman kenaf. Penelitian ini dilaksanakan di greenhouse Fakultas Biologi Unsoed pada bulan Agustus - September 2017. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola perlakuan faktorial. Faktor I adalah konsentrasi Cr (C) yang terdiri dari 4 taraf yaitu Cr 0 mg/kg; Cr 2,5 mg/kg; Cr 5 mg/kg; dan Cr 7,5 mg/kg. Faktor II adalah konsentrasi asam humat (H) yang terdiri dari 4 taraf yaitu : 0 mg/kg; 100 mg/kg; 200 mg/kg; dan 300 mg/kg. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah pertumbuhan tanaman kenaf dan serapan Cr pada organ akar. Parameter pertumbuhan yang diukur meliputi berat basah tanaman, berat kering tanaman, serapan Cr, indeks kandungan klorofil daun, dan laju pertumbuhan relatif (RGR) tinggi tanaman. Serapan Cr pada organ akar diukur untuk mengetahui berapa banyak Cr yang dapat diserap dan diakumulasi oleh akar dengan metode AAS, kemudian digunakan sebagai dasar dalam penghitungan Bioconcentration Factor (BCF) untuk menentukan apakah kenaf dapat digolongkan sebagai tumbuhan fitoremediator. Data dianalisis dengan menggunakan analisis multivariat ANOVA (MANOVA) untuk mengetahui pengaruh variabel independen (X1, X2, X3) terhadap variabel dependen (Y1, Y2, Y3, Y4, Y5) dan Uji ANOVA dengan Uji Lanjut DMRT (Duncan Multiple Range Test) untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan serta Uji Regresi Korelasi untuk mengetahui hubungan BCF terhadap berat basah, berat kering, indeks kandungan klorofil, dan laju pertumbuhan relatif (RGR) tinggi tanaman. Berdasarkan nilai BCF (>1), kenaf dapat digolongkan sebagai tumbuhan fitoremediator Cr.
Abtrak (Bhs. Inggris)Development of recent researches have found efforts to overcome heavy metal pollution through a biological approach called bioremediation. Bioremediation using plant is called phytoremediation. One type of plants that can be used as a phytoremediator is kenaf (Hibiscus cannabinus L). The addition of humic acid can be applied to reduce Cr toxicity in the soil. The aims of this research are to know the effect of Cr and humic acid interaction on growth parameters of kenaf and Cr absorption, to know the concentration of Cr interaction and humic acid that showed the best tolerance by kenaf plant. This research was conducted in Greenhouse Faculty of Biology Unsoed in August - September 2017. This research was conducted experimentally using Completely Randomized Design (RAL) of factorial treatment pattern. Factor I is the concentration of Cr (C) consisting of 4 levels those are Cr 0 mg / kg; Cr 2.5 mg / kg; Cr 5 mg / kg; and Cr 7,5 mg / kg. Factor II is the concentration of humic acid (H) consisting of 4 levels, those are 0 mg / kg; 100 mg / kg; 200 mg / kg; and 300 mg / kg. The variables observed in this study are the growth of kenaf plants and Cr uptake in root organs. The measured growth parameters include the Relative Growth Rate (RGR) of the plant height, chlorophyll content index, also wet weight and dry weight of kenaf. Cr absorption parameters in root organs were measured to find out how much Cr can be absorbed and accumulated by roots by the AAS method and then used as a basic for calculating the Bioconcentration Factor (BCF) to determine whether kenaf can be classified as a phytoremediator plant. Data was analyzed by using multivariate analysis ANOVA (MANOVA) to know effects of independent variables (X1, X2, X3) to dependen ones (Y1, Y2, Y3, Y4, Y5) and ANOVA test with DMRT (Duncan Multiple Range Test) to know the difference of each treatment and also Regretion Correlation Test to know correlation of BCF to wet weight, dry weight, chlorophyll content index, and Relative Groth Rate of plant height. Based on the value of BCF (> 1) kenaf can be classified as phytoremediator Cr.
Kata kunciFitoremediasi, kenaf (Hibiscus cannabinus L.), logam berat Cr, asam humat
Pembimbing 11. Dr. Elly Proklamasiningsih, M. P.
Pembimbing 22. Sugiyono, Ph. D.
Pembimbing 3
Tahun2018
Jumlah Halaman12
Tgl. Entri2018-02-19 11:06:23.834488
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.