Artikel Ilmiah : F1I013047 a.n. THEO RESPATI PUTRANANTO

Kembali Update Delete

NIMF1I013047
NamamhsTHEO RESPATI PUTRANANTO
Judul ArtikelPeran BBC World Service sebagai Instrumen Diplomasi Publik Inggris dalam Pemberdayaan Perempuan di Afghanistan
Tahun 2005 – 2009
Abstrak (Bhs. Indonesia)Adanya peperangan yang tidak berkesudahan yang terjadi di
Afghanistan sejak 1979 melahirkan budaya kekerasan dan militerisasi di
kalangan perempuan Afghanistan. Lahirnya budaya kekerasan dan
militerisasi ini pada awalnya dipicu oleh kolonialisasi yang dilakukan oleh
Uni Soviet, Amerika Serikat dan kelompok ekstrimis Taliban yang
berkuasa selama bertahun-tahun di Afghanistan. Walaupun Taliban tidak
lagi berkuasa, budaya kekerasan di Afghanistan tetap berlanjut. Hal inilah
yang melatarbelakangi Inggris untuk membentuk layanan radio BBC
Pashto Service dan BBC Dari Service untuk menyebarkan nilai-nilai
Inggris sekaligus memberdayakan perempuan Afghanistan.
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran dari BBC World
Service sebagai instrumen diplomasi publik Inggris dan juga
memberdayakan perempuan Afghanistan melalui program Afghan
Woman’s Hour yang beroperasi pada tahun 2005 sampai 2009. Perhatian
Inggris terhadap isu-isu pemberdayaan perempuan dengan kebijakan luar
negeri melalui Public Diplomacy Strategy Board yang kemudian
dilanjutkan oleh BBC Trust dan BBC World Service yang berperan sebagai
international broadcaster
Abtrak (Bhs. Inggris)Abstract
The existence of an endless war that has occurred in Afghanistan since 1979 stimulated to a cultural violence and militarization among Afghan women. This chaos triggered by Soviet Union, the United States and extremist Taliban invasion in Afghanistan for a long time ago. Eventhough the Taliban were no longer in power, the cultural violence in Afghanistan still continues. Therefore, the UK government established the BBC Pashto Service and BBC Radio Service to spread not only the British values, but also empowering Afghan women.
This study aims to explain the role of the BBC World Service as a public diplomacy instrument and also to empower Afghan women through the Afghan Woman’s Hour radio program which operating from 2005 to 2009. The British concern can be reflected in their foreign policy through the Public Diplomacy Strategy Board and BBC Trust and BBC World Service acted as an international broadcaster.
Kata kunciDiplomasi Publik, international broadcasting, Kebijakan Luar Negeri, Pemberdayaan Perempuan, Soft Power.
Pembimbing 1Elpeni Fitrah, S.Sos., MA
Pembimbing 2Sri Wijayanti, S.IP., M.Si
Pembimbing 3Ibu Renny Miryanti, S.IP., M.Si
Tahun2018
Jumlah Halaman31
Tgl. Entri2018-02-12 20:46:43.632532
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.