| NIM | B1J013129 |
| Namamhs | FIRMAN NUR FAHMI |
| Judul Artikel | Upaya Memacu Regenerasi Kalus Beberapa Kultivar Tebu dengan Konsentrasi BAP Berbeda |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Tebu merupakan salah satu komoditas pertanian dengan nilai ekonomi tinggi. Pasokan bibit secara konvensional belum mampu memenuhi kebutuhan gula nasional. Solusi yang tersedia untuk mengatasi masalah ini adalah dengan menggunakan teknik produksi bibit yang baik seperti kultur in vitro dan penggunaan kultivar unggul seperti Kidang Kencana, PSDK 923, PS 862, dan PSJT 941 tebu. Penelitian ini telah dilakukan untuk mempelajari pengaruh BAP terhadap regenerasi kalus kultivar tebu ini dan untuk mengetahui konsentrasi BAP terbaik untuk merangsang regenerasi mereka pada kultur in vitro. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pada pola perlakuan faktorial. Variabel yang diamati adalah regenerasi kalus dan parameter yang diukur meliputi pembentukan struktur globular, heart-shaped, torpedo, cotyledonary, dan munculnya dan jumlah tunas. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis varians (ANOVA) kemudian dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara kultivar tebu dan konsentrasi BAP berpengaruh nyata terhadap regenerasi kalus tebu secara in vitro dan konsentrasi optimum regenerasi kalus tebu adalah 5 μM dengan kombinasi perlakuan V3B1 (kultivar PS 862 dan BAP 5 μM) merupakan kombinasi perlakuan terbaik pada regenerasi kalus tebu secara in vitro. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Sugarcane is one of agricultural commodities with high economic value. Conventional seed supply has not been able to meet the national sugar requirement. The available solution to overcome this problem is using a good seedling production techniques such as in vitro culture and the use of superior cultivars such as Kidang Kencana, PSDK 923, PS 862, and PSJT 941 sugarcane. This research has been conducted to study the effect of BAP on the callus regeneration of these sugarcane cultivars and to determine the best BAP concentration to stimulate their regeneration in in vitro cultures. This research has been carried out experimentally using Completely Randomized Design (RAL) on factorial treatment pattern. The variable observed was the callus regeneration and the parameters measured included the formation of globular, heart-shaped, torpedo, cotyledonary-like structure, and the shoot emergence and number. The data obtained were analyzed using an analysis of variance (ANOVA) followed an Honestly Significant Differences (BNJ) test at 95% level of confidence. The results showed that the interaction of sugarcane cultivars and BAP concentration on sugarcane callus regeneration gave significant effect in in vitro culture and the optimal concentration for sugarcane callus regeneration was 5 μM with combination of V3B1 treatment (cultivar PS 862 and BAP 5 μM) as the best treatment combination on sugarcane callus regeneration in in vitro culture. |
| Kata kunci | sugarcane, callus, regeneration, BAP |
| Pembimbing 1 | Sugiyono, Ph.D |
| Pembimbing 2 | Drs. Lucky Prayoga, M.P. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2018 |
| Jumlah Halaman | 9 |
| Tgl. Entri | 2018-02-11 01:40:40.37748 |
|---|