Artikel Ilmiah : G1A014106 a.n. TITIS PUDYATIKA DESTYA A

Kembali Update Delete

NIMG1A014106
NamamhsTITIS PUDYATIKA DESTYA A
Judul ArtikelFAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PTERYGIUM PADA NELAYAN DI KAMPUNG NELAYAN SIDAKAYA CILACAP
Abstrak (Bhs. Indonesia)Latar Belakang: Pterygium merupakan kejadian iritatif yang disebabkan oleh sinar ultraviolet yang sering terjadi pada pekerja diluar ruangan seperti petani dan nelayan. Pterygium pada nelayan dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti faktor usia, genetika, lamanya terpapar sinar UV dan lamanya masa kerja menjadi nelayan. Prevalensi pterygium menurut RISKESDAS tahun 2013 menunjukan bahwa pekerja nelayan, petani memiliki prevalensi tertinggi sebesar 15.8% dibanding katarak.

Tujuan: Mengetahui faktor yang berhubungan dengan pterygium pada nelayan di Desa Sidakaya Cilacap.

Metode: Penelitian yang digunakan cross sectional dan teknik consecutive sampling. Analisa yang digunakan ialah Chi-square. Subjek penelitian berjumlah 100 responden yang sesuai dengan kriteria inklusi.

Hasil: Terdapat 65 responden terkena pterygium. Faktor yang berhubungan dengan pterygium antara lain usia, lamanya terkena paparan sinar UV dan lamanya masa kerja dengan p value < 0.05 dan faktor yang tidak berhubungan dengan pterygium antara lain genetika dengan p value p > 0.05.

Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara usia, lamanya terpapar sinar UV dan lamanya masa kerja dengan pterygium pada nelayan di Desa Sidakaya Cilacap.
Abtrak (Bhs. Inggris)Background: Pterygium is an irritant incident caused by ultraviolet light that often occurs in outdoor workers such as farmers and fishermen. Pterygium in fishermen can be caused by several factors such as age, genetics, duration of exposure to UV rays and length of work to fishermen. The prevalence of pterygium according to RISKESDAS in 2013 shows that fishermen workers, farmers have the highest prevalence of 15.8% compared to cataracts.

Objective: To identify factors related to the incidence of pterygium in fishermen in Sidakaya Village Cilacap.

Methods: Observational analytic research with research design used was cross sectional design and consecutive sampling technique. The analysis used is chi square. Subjects were 65 respondents who met the inclusion criteria.

Results: There were 65 respondents suffering from pterygium. Factors related with pterygium include age, duration of exposure to UV rays and length of work with p value < 0.05 and factors not related to pterygium include genetics with p value p > 0.05.

Conclusion: There is a significant correlation between age, duration of exposure to UV rays and length of work with pterygium in fishermen in Sidakaya Village Cilacap.
Kata kunciPterygium, usia, genetika, lamanya terpapar sinar UV, masa kerja.
Pembimbing 1Dr.dr.Muhamad Rifqy Setyanto, Sp.M(K)
Pembimbing 2Dr.dr.Nendyah Roestijawati, M.KK
Pembimbing 3
Tahun2018
Jumlah Halaman9
Tgl. Entri2018-02-10 21:12:10.645811
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.