Artikel Ilmiah : F1B012078 a.n. TAUFIQ IMAM SANTOSA
| NIM | F1B012078 |
|---|---|
| Namamhs | TAUFIQ IMAM SANTOSA |
| Judul Artikel | PENCEGAHAN DAN PENANGANAN PERNIKAHAN DINI (Studi tentang Peran Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Kabupaten Banyumas). |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah mengkaji empat aspek peran DPPKB P3A dalam mengatasi peningkatan kasus pernikahan dini yang terus mengalami kenaikan di Kabupaten Banyumas. Aspek tersebut mencakup entrepreneur, fasilitasi, koordinasi dan stimulasi DPPKB P3A dalam mengatasi pernikahan dini di Kabupaten Banyumas. Metode penelitiannya adalah kualitatif, dengan memanfaatkan data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan datanya adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Adapun teknik samplingnya adalah Purposive sampling. Validitas data menggunakan teknik triangulasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa DPPKB P3A Kabupaten Banyumas dalam upaya pencegahan dan penanganan pernikahan dini di Kabupaten Banyumas terdapat pada aspek entrepreneur, fasilitasi, koordinasi, dan stimulasi. Pada aspek entrepreneur, tidak adanya inovasi program yang diberikan oleh DPPKB P3A dalam mengatasi pernikahan dini di Kabupaten Banyumas. Pada aspek fasilitasi, fasilitas penunjang berupa alat peraga yang diberikan hanya beberapa saja dan tidak merata karena keterbatasan dana yang dimiliki. Pada aspek koordinasi, koordinasi yang dilakukan antara pihak DPPKB P3A dengan pihak yang terkait masih kurang, antara lain dengan keterbatasan SDM yang dimiliki. Pada aspek stimulasi, sosialisasi yang diberikan oleh DPPKB P3A hanya pada beberapa kelompok saja, selain itu tidak adanya tindak lanjut atau evaluasi setelah sosialisasi yang di berikan. Namun DPPKB P3A harus meningkatkan peranannya karena terdapat kelemahan pada aspek entrepreneur, fasilitasi, koordinasi dan stimulasi. Dalam aspek entrepreneur, DPPKB P3A belum mempunyai inovasi program dalam melakukan sosialisasi pencegahan dan penanganan pernikahan dini. Dalam aspek fasilitasi, DPPKB P3A masih terbatas dengan alat sosialisasi dan dana yang minim. Pada aspek koordinasi, DPPKB P3A mengalami keterbatasan SDM yang ahli dalam bidangnya. Pada aspek stimulasi, kurangnya perhatian setalah melakukan sosialisasi. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | ABSTRACT The purpose of this study is to examine four aspects of DPPKB P3A role in addressing the increasing cases of early marriage that continues to increase in Banyumas regency. These aspects include entrepreneurial, facilitation, coordination and stimulation of DPPKB P3A in addressing early marriage in Banyumas District. The research method is qualitative, using primary and secondary data. Data collection techniques are interviews, observation and documentation. The sampling technique is Purposive sampling. Data validity using data triangulation technique. The results showed that DPPKB P3A Banyumas District in the effort of prevention and handling of early marriage in Banyumas Regency there are on aspect of entrepreneur, facilitation, coordination, and stimulation. In the aspect of entrepreneur, the absence of program innovation given by DPPKB P3A in overcoming the early marriage in Banyumas Regency. In the facilitation aspect, the supporting facilities in the form of props are given only a few and uneven because of the limited funds owned. In the coordination aspect, coordination between DPPKB P3A and related parties is still lacking, among others, with limited human resources owned. In the aspect of stimulation, the socialization given by DPPKB P3A is only in some groups, besides the absence of follow-up or evaluation after the socialization given. However DPPKB P3A should increase its role because there are weaknesses on aspects of entrepreneur, facilitation, coordination and stimulation. In the aspect of entrepreneur, DPPKB P3A has not innovated program in conducting socialization prevention and handling of early marriage. In the facilitation aspect, DPPKB P3A is still limited with lack of socialization tools and funds. In the coordination aspect, DPPKB P3A has limited human resources who are experts in their field. In the aspect of stimulation, the lack of attention after socialization. |
| Kata kunci | Entrepreneur, fasilitasi, koordinasi, peran dan stimulasi. |
| Pembimbing 1 | Dr. Dyah Retna P, M.Hum |
| Pembimbing 2 | Dra. Rukna Idanati, M.Kes |
| Pembimbing 3 | Drs. Ngalimun, MPA |
| Tahun | 2018 |
| Jumlah Halaman | 15 |
| Tgl. Entri | 2018-02-06 09:26:45.281507 |