Artikel Ilmiah : A1C113032 a.n. CINDY DEVINA WARDHANI
| NIM | A1C113032 |
|---|---|
| Namamhs | CINDY DEVINA WARDHANI |
| Judul Artikel | ANALISIS KONSENTRASI PASAR KOMODITAS SALAK (Salacca zalacca) DI KECAMATAN TURI KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Kecamatan Turi merupakan salah satu penghasil salak terbesar di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Salak memiliki karakteristik mudah rusak, dan memakan tempat. Sifat dari salak tersebut sangat berpengaruh terhadap faktor pembentukan harga, struktur, dan konsentrasi pasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) saluran pemasaran salak di Kecamatan Turi, (2) lembaga pemasaran yang terlibat dalam pemasaran salak, (3) marjin pemasaran pada setiap saluran pemasaran salak, (4) struktur pasar komoditas salak pada tingkat petani dan pedagang, dan (5) nilai konsentrasi pasar salak di Kecamatan Turi. Penelitian ini menggunakan metode survei, dilaksanakan pada bulan Agustus sampai September 2017 dengan sasaran petani dan pedagang salak di Kecamatan Turi, Sleman, Yogyakarta. Penentuan responden petani menggunaann multi stage sampling dan pedagang menggunakan metode snowball sampling. Penelitian ini dianalisis dengan analisis deskriptif, market share, concentration ratio for biggest four (CR4), Herfindahl-Hirschman Index (HHI), dan Minimum Efficiency of Scale (MES). Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Terdapat tiga saluran pemasaran salak di Kecamatan Turi, saluran pemasaran ke-I terdiri atas Petani → Pengumpul → Pedagang Besar → Pengecer → Konsumen (65%). Saluran pemasaran ke-II terdiri atas Petani → Pengumpul → Pengecer → Konsumen (22,5%). Saluran pemasaran ke-III terdiri atas Petani → Pengecer → Konsumen (12,5%). (2) Lembaga pemasaran yang terlibat dalam pemasaran salak di Kecamatan Turi yaitu pedagang pengumpul, pedagang besar/supplier, dan pedagang pengecer. (3) Marjin pemasaran pada masing-masing saluran yaitu pada saluran ke-I sebesar Rp6.208,00/kg, saluran ke-II sebesar Rp4.207,00/kg, dan saluran ke-III sebesar Rp2.375,00/kg. (4) Struktur pasar pada tingkat petani dari sisi pembeli yaitu pasar oligopsoni, pada tingkat pedagang pengumpul dari sisi pembeli yaitu pasar oligopsoni, pada tingkat pedagang besar dari sisi pembeli yaitu oligopsoni, serta pada tingkat pedagang pengecer dari sisi penjual merupakan pasar oligopoli. Nilai HHI menunjukan hasil sebesar 0,07, dengan demikian menurut hasil analisis HHI pada tingkat keseluruhan pedagang merupakan pasar oligopsoni. (5) Nilai MES sebesar 10,4 persen, maka dapat dikatakan konsentrasi dan hambatan masuk pasar komoditas salak di Kecamatan Turi tinggi. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Turi subdistrict is one of the biggest salak (Salacca zalacca) producers in Sleman district, Special Region of Yogyakarta. Salak merupakan salah satu penghasil salak terbesar di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Prone to damage and space-consuming are characteristic of salak. These characters affect factor of market pricing, structure, and concentration. This research intends to find out (1) salak marketing line in Turi subdistrict, (2) marketing institute involved in salak marketing, (3) marketing margin for every salak marketing line, (4) market structure of salak commodity on farmer and merchant level, and (5) market concentration value of salak pondoh (Salacca zalacca Gaertner Voss) in Turi subdistrict. This research was conducted using survey method from August to September 2017 with a target population of farmers and merchants in Turi subdistrict, Sleman district, Yogyakarta. Farmer respondents were determined using multi stage sampling and snowball sampling for those of merchants. This research is carried out using descriptive, market share, concentration ratio for biggest four(CR4), Herfindahl-Hirschman Index (HHI), and Minimum Efficiency of Scale (MES) analysis. The result shows that: (1) There are three salak marketing lines in Turi subdistrict: The first line consists of Farmers → Collectors → Major Merchants → Retailers → Consumers (65%). The second one consists of Farmers → Collectors → Retailers → Consumers (22,5%). The last one consists of Farmers → Retailers → Consumers (12,5%). (2) Marketing institutes that are involved in salak marketing of Turi subdistricts are collecting merchants, major merchants/suppliers, and retailing merchants. (3) Marketing margin of each line is as follows: first line is Rp6.208,00/kg, second line is Rp4.207,00/kg, and third line is Rp2.375,00/kg. (4) Market structures in farmer level from producer side is oligopsonistic market, on collecting merchant level from buyer side is oligopsonistic market, on major merchant from buyer side is oligopolistic, retailing merchant from seller side is oligopolystic. HHI value shows result of 0,07, therefore based on HHI analysis result, the whole merchants suggests an oligopsonistic market. (5) MES value of 10,4% shows concentration and resistance levels to enter salak commodity market in Turi subdistrict are high. |
| Kata kunci | Salak, konsentrasi pasar, struktur pasar, marjin pemasaran, Sleman. |
| Pembimbing 1 | Dr. Ir. Suyono, M.S. |
| Pembimbing 2 | Ir. H. Adwi Herry K. E., M.P. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2013 |
| Jumlah Halaman | 19 |
| Tgl. Entri | 2018-01-30 17:27:38.478842 |