Artikel Ilmiah : A1L113026 a.n. MUHAMMAD FAISAL

Kembali Update Delete

NIMA1L113026
NamamhsMUHAMMAD FAISAL
Judul ArtikelPENGARUH INTERVAL FERTIGASI NITROGEN, JENIS DAN
FREKUENSI PEMBERIAN BAHAN PEMBENAH TANAH TERHADAP
PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH ( Allium ascalonicum L.)
DI LAHAN PASIR PANTAI NUSAWUNGU, CILACAP
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menentukan interval fertigasi nitrogen yang
optimum bagi pertumbuhan dan hasil bawang merah di lahan pasir pantai, (2)
menentukan jenis dan frekuensi pembenah tanah yang memberikan pengaruh terbaik
terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah di lahan pasir pantai, dan (3)
mengetahui pengaruh interaksi antar interval fertigasi dengan jenis dan frekuensi
pembenah tanah terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah di lahan
pasir pantai. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2017 sampai September 2017,
di lahan pasir pantai Jetis, Desa Banjarsari, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten
Cilacap. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (split plot), petak utama
adalah interval fertigasi (I), terdiri atas 2 taraf, yaitu tiap 7 hari (I1) dan tiap 14 hari
(I2). Anak petak adalah frekuensi pemberian pembenah tanah (M), terdiri atas 2 taraf,
yaitu tiap musim tanam (M1) dan 2 musim tanam sekali (M2) dan jenis pembenah
tanah (J), terdiri atas 3 taraf, yaitu Vertisol (J1), Campuran pupuk kandang ayam :
sapi = 1:1 (J2), dan Vertisol dan campuran pupuk kandang ayam : sapi = 1:1 (J3).
Data dianalisis dengan uji F dilanjutkan dengan DMRT 5 %. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa (1) interval fertigasi 14 hari merupakan aplikasi yang paling
optimum dengan menghasilkan umbi segar 8,50 ton/ha . (2) Jenis dan frekuensi
pemberian pembenah tanah tiap musim dengan campuran tanah vertisol 30 t/ha dan
pupuk kandang (ayam dan sapi) 20 t/ha merupakan perlakuan terbaik untuk
pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah dengan menghasilkan umbi segar
11,45 ton/ha. (3) Tidak ada interaksi yang terjadi antara interval fertigasi dengan
jenis dan frekuensi pemberian pembenah tanah
Abtrak (Bhs. Inggris)This study aims to: (1) examine the effect of optimum nitrogen fertigation
intervals for the growth and shallot yields in coastal sandy land, (2) to determine the
type and frequency of soil enhancers that give the best effect to the growth and yield
of shallot on coastal sand, and (3) to know the effect of combinations between
fertigation intervals and the type and frequency of soil enhancers on the growth and
yield of shallots on coastal sandy land. The research was conducted in April 2017
until September 2017, at Jetis coastal sandy land, Banjarsari village, Nusawungu
sub-district, Cilacap regency. Research using a split plot design, the main plot is the
fertigation interval (I), consisting of 2 levels, ie every 7 days (I1) and every 14 days
(I2). The sub plot is the frequency of soil conditioner (M), consisting of 2 levels, ie
each planting season (M1) and 2 planting seasons (M2) and soil conditioner type (J),
consisting of 3 levels, Vertisol (J1), Mixed chicken manure: cow = 1: 1 (J2), and
Vertisol mixture of chicken manure: cow = 1: 1 (J3). Data were analyzed by F test,
then tested further by DMRT 5%. The results showed that (1) 7 days is the most
optimum aplication by yielding fresh tuber 9,14 ton/ha. (2) The type and soil
conditioner of soil mixture of clay soil 30 t / ha and manure (chicken and cow) 20 t /
ha is the best kind of improvement for the growth and yield of shallot crop with yield
of fresh tuber 11,45 t / ha.(3)There is no interaction between the fertigation interval
and the type and frequency of soil conditioners.
Kata kuncibawang merah, interval fertigasi, frekuensi, pembenah tanah.
Pembimbing 1Dr. Ir. Saparso, M.P.
Pembimbing 2Dr.Ir. Ponendi Hidayat, M.P.
Pembimbing 3
Tahun2018
Jumlah Halaman9
Tgl. Entri2018-01-30 12:02:18.788293
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.