Artikel Ilmiah : A1C113034 a.n. RISTA AYUNINGTYAS

Kembali Update Delete

NIMA1C113034
NamamhsRISTA AYUNINGTYAS
Judul ArtikelStudi Komparatif Usaha Gula Kelapa Cetak dan Gula Aren di Desa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)Konsumsi gula selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Produksi gula domestik saat ini diperkirakan hanya mencapai 2,2 juta ton, sementara kebutuhan mencapai 5,7 juta ton. Jadi dibutuhkan tambahan sekitar 2,5 sampai 3 juta ton gula impor per tahun. Ketergantungan masyarakat terhadap konsumsi gula cukup besar, sehingga perlu dilakukan diversifikasi produk yaitu upaya untuk mengusahakan atau memasarkan produk gula yang sejenis agar mampu memenuhi kebutuhan gula secara nasional, salah satunya yaitu gula aren. Gula aren juga diproduksi di Desa Sunyalangu Kecamatan Karanglewas, namun usaha gula aren tidak berkembang seperti usaha gula kelapa cetak. Pohon aren kurang mendapat perhatian untuk dikembangkan atau dibudidayakan secara intensif oleh berbagai pihak karena proses budidaya pohon aren yang sulit, belum tersedianya bibit unggul pohon aren, dan kendala pemasaran gula aren di tingkat perajin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keuntungan, Break Even Point, kelayakan usaha, dan nilai tambah dari usaha gula kelapa maupun gula aren.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive), dengan pertimbangan bahwa di Desa Sunyalangu terdapat usaha gula kelapa cetak dan gula aren. Pengambilan data dilaksanakan mulai tanggal 25 April sampai 3 Juni 2017 dengan sasaran perajin gula kelapa cetak dan gula aren. Penentuan sampel gula kelapa cetak menggunakan metode simple random sampling diperoleh 13 responden dan gula aren menggunakan metode sensus diperoleh 20 responden. Analisis data yang digunakan adalah analisis keuntungan; BEP; R/C; dan nilai tambah.
Usaha gula aren lebih menguntungkan dari gula kelapa cetak karena keuntungan usaha gula aren sebesar Rp3.222,88 per kg lebih besar dari keuntungan usaha gula kelapa cetak sebesar Rp2.625,07 per kg. Jumlah produk gula aren pada saat BEP sebesar 1,91 kg, penerimaan pada saat BEP Rp15.393,52, dan harga jual pada saat BEP Rp4.935,49 lebih kecil dari jumlah produk gula kelapa cetak pada saat BEP sebesar 4,55 kg, penerimaan pada saat BEP Rp33.239,29, dan harga jual pada saat BEP Rp4.669,23. Nilai R/C gula aren sebesar 1,66 lebih besar dari nilai R/C gula kelapa cetak sebesar 1,55. Nilai tambah gula aren sebesar Rp2.380,01 per kg dengan rasio nilai tambah 55 persen lebih besar dari nilai tambah gula kelapa cetak sebesar Rp2.297,73 per kg dengan rasio nilai tambah sebesar 57 persen.
Abtrak (Bhs. Inggris)Sugar consumption always increases from year to year. Domestic sugar production is currently estimated at only 2.2 million tons, while demand reaches 5.7 million tons. So it takes an additional 2.5 to 3 million tons of imported sugar per year. The dependence of society on sugar consumption is big enough, so it needs to diversify the product is effort to cultivate or market the same kind of sugar product to be able to fulfill requirement of sugar nationally, one of them is palm sugar. Palm sugar is also produced in Sunyalangu Village, Karanglewas Subdistrict, but the palm sugar business does not grow like a coconut sugar business. Palm trees receive less attention to be developed or cultivated intensively by various parties due to the difficult process of palm tree cultivation, the unavailability of superior seeds of palm trees, and marketing constraints of palm sugar at the crafters level. This study aims to determine the advantages, Break Even Point, business feasibility, and added value from the business of coconut sugar and palm sugar.
The research method used survey method. Site selection is done purposively, considering that in Sunyalangu Village there are coconut sugar and palm sugar business. The data was collected from April 25 to June 3, 2017 targeted by coconut sugar and palm sugar craftsmen. Sample determination of coconut sugar used simple random sampling method that obtained 13 respondents and palm sugar used census method that obtained 20 respondents. Data analysis used is profit analysis; BEP; R/C; and value added.
The palm sugar business is more profitable than coconut sugar because palm sugar business profit of Rp3,222.88 per kg is greater than the coconut sugar business profit of Rp2,625.07 per kg. The amount of palm sugar product at BEP of 1.91 kg, acceptance at BEP of Rp15,393.52, and selling price at BEP Rp4,935.49 less than the amount of coconut sugar product at BEP of 4.55 kg, receipt at BEP Rp33,239.29, and selling price at BEP Rp4,669.23. Palm sugar R/C value of 1.66 is greater than the value of R/C of coconut sugar at 1.55. The added value of palm sugar amounted to Rp2,380.01 per kg with a value added ratio of 55 percent greater than the added value of coconut sugar of Rp2,297.73 per kg with a value-added ratio of 57 percent.
Kata kuncigula kelapa cetak, gula aren, studi komparatif
Pembimbing 1Ir. Hj. Pudji Hastuti P., M.P.
Pembimbing 2Ratna Satriani, S.P, M.Sc.
Pembimbing 3-
Tahun2018
Jumlah Halaman15
Tgl. Entri2018-01-30 11:56:18.428381
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.