Artikel Ilmiah : C1J013031 a.n. NURUL AF 'WANAH
| NIM | C1J013031 |
|---|---|
| Namamhs | NURUL AF 'WANAH |
| Judul Artikel | ANALYSIS OF LEADING SECTORS IN DISTRICTS AND CITIES IN CENTRAL JAVA PROVINCE 2011-2015 |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini berjudul “Analisis Sektor Unggulan Di Kabupaten Dan Kota Di Provinsi Jawa Tengah 2011-2015”. Sektor unggulan merupakan salah satu komponen penting dalam kontribusi Produk Domestik Regional Bruto suatu daerah. Dengan mengetahui sektor uggulan yang dimiliki suatu daerah dapat mengarahkan pembuatan kebijakan yang akan berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Static Location Quotient dan Dynamic Location Quotient serta analisis Overlay. Analisis SLQ dan DLQ digunakan untuk mengetahui sektor unggulan dan bukan sektor unggulan. Sedangkan analisis overlay digunakan untuk mengetahui sektor potensial di suatu daerah. Hasil penelitian menunjukkan daerah yang unggul pada masing-masing sektor dengan nilai SLQ dan DLQ terbesar. Pada sektor pertanian, Kabupaten Kebumen unggul dengan nilai sebesar 1.8246 dan 2.6098. Pada sektor pertambangan, Kabupaten Blora unggul dengan nilai sebesar 8.4695 dan 26.2093. Pada sektor industri pengolahan, Kabupaten Semarang unggul dengan nilai sebesar 1.1034 dan 1.4562. Pada sektor pengadaan listrik dan gas, Kabupaten Cilacap unggul dengan nilai sebesar 1.1998 dan 18.6197. Pada sektor pengadaan air, Kabupaten Pemalang unggul dengan nilai sebesar 1.1735 dan 91.3669. Pada sektor konstruksi, Kota Pekalongan unggul dengan nilai sebesar 1.3798 dan 1.0648. Pada sektor perdagangan besar, Kabupaten Blora unggul dengan nilai sebesar 1.4313 dan 2.9625. Pada sektor transportasi, Kabupaten Wonosobo unggul dengan nilai sebesar 1.7110 dan 2.1592. Pada sektor akomodasi, Kabupaten Wonosobo unggul dengan nilai sebesar 1.0184 dan 2.8795. Pada sektor informasi, Kabupaten Sukoharjo unggul dengan nilai SLQ sebesar 1.2155 dan 1.7783. Pada sektor jasa keuangan, Kabupaten Temanggung unggul dengan nilai sebesar 1.1125 dan 5.3482. Pada sektor real estate, Kabupaten Cilacap unggul dengan nilai sebesar 1.0009 dan 2.8203. Pada sektor jasa perusahaan, Kabupaten Blora unggul dengan nilai sebesar 1.0571 dan 2.5668. Pada sektor administrasi pemerintahan, Kota Magelang unggul dengan nilai sebesar 4.0896 dan 1.8154. Pada sektor jasa pendidikan, Kabupaten Kebumen unggul dengan nilai sebesar 2.1685 dan 2.5912. Pada sektor jasa kesehatan, Kabupaten Kudus unggul dengan nilai sebesar 7.6378 dan 1.7428. Pada sektor jasa lainnya, Kabupaten Wonosobo memiliki nilai sebesar 1.3849 dan 2.3856. Dengan mengetahui sektor unggulan di setiap daerah, dapat membantu meningkatkan kontribusi PDRB dan pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah daerah perlu menetapkan prioritas pembangunan pada sektor unggulan. Dengan hal tersebut bukan berarti bahwa sektor lainnya tidak penting, namun hal ini dilakukan karena adanya keterbatasan dana dan sumber daya yang tersedia yang dimiliki masing-masing daerah. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This research entitled "Analysis of Leading Sector in Districts and Cities In Central Java Province 2011-2015”. Leading sector is one of an important component in contribution of Gross Regional Domestic Product (GRDP) in a region. By knowing a leading sector in a region will lead the making of policy which will affect to the community welfare. The method that used in this research are analysis of Static Location Quotient (SLQ) and Dynamic Location Quotient (DLQ) also analysis of Overlay. Analysis of SLQ and DLQ is used to know the leading and non leading sector. Whereas analysis of Overlay is used to know the potential sector of a region. The result of this research showed region which lead in each sector with the highest value of SLQ and DLQ. In the agricultural sector, Kebumen is lead with value of 1.8246 and 2.6098. In the mining sector, Blora is lead with value of 8.4695 and 26.2093. In industrial sector, Semarang is lead with value of 1.1034 and 1.4562. In electricity and gas, Cilacap is lead with value of 1.1998 and 18.6197. In water supply sector, Pemalang is lead with with value of 1.1735 and 91.3669. In construction sector, Pekalongan City is lead with value of 1.3798 and 1.0648. In wholesale sector, Blora is lead with value of 1.4313 and 2.9625. In transportation sector, Wonosobo is lead with value of 1.7110 and 2.1592. In accommodation sector, Wonosobo is lead with value of 1.0184 and 2.8795. In information sector, Sukoharjo is lead with value of 1.2155 and 1.7783. In financial services sector, Temanggung is lead with value of 1.1125 and 5.3482. In real estate sector, Cilacap is lead with value of 1.0009 and 2.8203. In company services sector, Blora is lead with value of 1.0571 and 2.5668. In government administration, Magelang City is lead with value of 4.0896 and 1.8154. In educational services sector, Kebumen is lead with value of 2,1685 and 2,5912. In health services sector, Kudus is lead with value of 7.6378 and 1.7428. In other services sector, Wonosobo is lead with value of 1.3849 and 2.3856. By knowing the leading sectors in each district and city in Central Java will help to increase the contribution of the GRDP and economic growth in Central Java that can improve society welfare. The local government need to set priorities for development of the leading sectors. With the determination of development priorities in leading sectors, does not mean that other sectors are not important, but this is done because of limited funds and resources available owned by each region. |
| Kata kunci | Static Location Quotient, Dynamic Location Quotient, Overlay, Gross Regional Domestic Product, Leading Sector |
| Pembimbing 1 | Dr. Diah Setyoroni G, SE, M.Si |
| Pembimbing 2 | Dr. Abdul Aziz A, SE, M.Sc |
| Pembimbing 3 | . Dr. Suprapto, MS |
| Tahun | 2018 |
| Jumlah Halaman | 14 |
| Tgl. Entri | 2018-01-25 09:30:46.638763 |