| NIM | H1F012077 |
| Namamhs | AWAL SEGAR ERIADI |
| Judul Artikel | GEOLOGI DAN STUDI ALTERASI – MINERALISASI ENDAPAN TIMAH PRIMER DAERAH TEMAYANG DAN SEKITARNYA KECAMATAN TOBOALI, KABUPATEN BANGKA SELATAN KEPULAUAN BANGKA BELITUNG |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Bangka Selatan merupakan salah satu penghasil timah terbesar di Indonesia. Casiterit Pulau Bangka Selatan telah mengalami pengayaan sekunder oleh proses erosi yang berlangsung selama jutaan tahun, menghasilkan endapan-endapan aluvial yang terkayakan akan timah. Seiring berjalannya penambangan letakan (aluvial) cadangan timah sekunder yang ada pun semakin menipis. Hal ini membuat eksplorasi endapan timah primer kembali dilakukan. Salah satunya yaitu didaerah Bangka Selatan yang sampai saat ini masih dilakukan eksplorasi dengan cara pengeboran. Penelitian dilakukan untuk mengetahui kondisi geologi, alterai-mineralisasi dan arah sebaran urat. Metode yang digunakan adalah sampling litologi, analisis petrografi, analisis mineralgrafi yang dilakukan pada urat, analisis ASD dan XRD untuk mengetahui zonasi alterasi dan analisis XRF untuk mengetahui kandungan Timah (Sn). Morfologi daerah penelitian dibagi menjadi dua yaitu Satuan Dataran Intrusi Denudasional dan Satuan Fluvial. Zona alterasi daerah penelitian terbagi menjadi dua zona yaitu Zona Argilik Dalam dan Zona Argilik Luar, dibagi berdasarkan temperatur dan Ph pembentukanya, mineralisasi daerah penelitian berupa Kasiterit, Sphalerit, Kalkopirit dan Mineral Oksidasi, yang didapat dari hasil analisis urat. Dimana arah persebaran urat daerah penelitian dominan arah NW-SE. Zonasi alterasi greisen daerah penelitian diawali dari adanya pengkayaan Zona Greisen (kuarsa+muscivit), Zona Silicification, Zona Albitisation II dan Zona Microclinisation II, Zonasi tersebut terbentuk pada saat Post-Magmatic.
|
| Abtrak (Bhs. Inggris) | South bangka is one of the largest tin producers in Indonesia. Casiterit in South Bangka had undergro secondary enricment process because of the oretion since hundred years ago that produc tin alivial deposit. The amount of secondary tin deposit in that area is reclently decrease due to high mining activites. So that primary tin deposit eksploration is done drilling. Research conducted to determine the geological condition, alteration-mineralization and direction of vein distribution. The metod used are lithology sampling, petography analysis mineralgraphy analysis done on vein, ASD and XRD to know the alteration zone and XRF analysis to know contens of Tin (Sn). The morphology of the study area is divided into two, namely Denudasional Intrusion Plain Unit and Fluvial Unit. The alteration zone of the research area is divided into two zones namely Inner Argilic Zone and Outer Argilic Zone, divided by temperature and Ph formation, mineralization of research area consist of Kasiterit, Sphalerit, Chalkopyrite and Mineral Oxidation, obtained from the result of vein analysis . Where the direction of the spreading urate area of dominant research direction NW-SE. Greisen alteration zone in research area begins from the enrichment of Greisen Zone (quartz + muscivit), Silicification Zone, Albitisation II Zone and Microclinisation II Zone, Zoning is formed at Post-Magmatic.
|
| Kata kunci | Kata Kunci : Bangka Selatan, Granit, Alterasi-Mineralisasi, Greisen, Casiterit (Timah). |
| Pembimbing 1 | Fadlin S.T., M.Eng |
| Pembimbing 2 | Sachrul Iswahyudi S.T., M.T |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2017 |
| Jumlah Halaman | 103 |
| Tgl. Entri | 2017-12-13 17:53:16.68684 |
|---|