| NIM | B1J013183 |
| Namamhs | PUTRI YANI GUSTAVIA |
| Judul Artikel | PENGARUH PEMBIUSAN TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH DAN DIFERENSIAL LEUKOSIT IKAN NILEM (Osteochilus vittatus) YANG DIBERI PERLAKUAN PENYUNTIKAN |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Pembiusan merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menekan perubahan fisiologi pada ikan berupa stres akibat perlakuan berupa penyuntikan. Penyuntikan telah sering dilakukan dalam dunia perikanan, baik untuk merangsang pemijahan pada ikan, pengobatan ikan yang sakit, atau untuk keperluan pengambilan darah. Teknik penyuntikan yang paling umum dilakukan yaitu secara intramuscular, karena dapat meminimalkan perlukaan dan tidak merusak organ penting pada ikan. Kadar glukosa darah dan diferensial leukosit dapat dijadikan parameter untuk mengevaluasi perubahan fisiologi pada ikan akibat penyuntikan. Penelitian kali ini menggunakan rancangan percobaan, RAL (rancangan acak lengkap) dengan 4 perlakuan dan 6 kali pengulangan, yaitu kontrol (A) (ikan tidak dibius dan tidak disuntik), B (ikan tidak dibius dan disuntik), C (ikan dibius dan disuntik) dan D (ikan dibius dan tidak disuntik). Ikan nilem (Osteochilus vittatus) jantan dengan berat 70-90 gr digunakan sebagai objek penelitian. Ikan dibius menggunakan es batu dengan medote penurunan suhu 8-10oC selama 5-10 menit. Cairan infus NaCl fisiologis 0,9% disuntikan sebanyak 1 ml kedalam tubuh ikan secara intramuscular. Variabel yang diamati yaitu kadar glukosa darah dan diferensial leukosit. Data penelitian yang bersifat kuantitatif yaitu persentase kadar glukosa darah dan diferensial leukosit dianalisis secara statistik menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dengan uji lanjut yaitu uji Tukey. Data kualitatif berupa gambaran diferensial sel leukosit dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan kadar glukosa darah dan diferensial leukosit yang signifikan (P<0,05) antara ikan yang tidak dibius dan disuntik dengan ikan yang dibius terlebih dahulu sebelum disuntik. Ikan yang tidak dibius dan langsung disuntik secara signifikan (P<0,05) memiliki kadar glukosa darah, persentase monosit dan neutrofil yang lebih tinggi serta persentase limfosit yang lebih rendah dibandingkan ikan kontrol, ikan yang dibius terlebih dahulu dan disuntik, serta ikan yang hanya dibius namun tidak disuntik. Adapun kisaran normal kadar glukosa darah dan persentase diferensial leukosit (limfosit, monosit, dan neutrofil) ikan nilem berturut-turut yaitu 51 – 95 mg/dl, 86,27% - 89,36 %, 3,19 % - 5,88 % dan 6,67 % - 7,84 %. Maka dapat disimpulkan bahwa pembiusan sebelum penyuntikan akan menjaga normalitas dari kadar glukosa darah dan diferensial leukosit darah ikan nilem. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Anesthesia is one effort that can be done to suppress physiological changes in fish form of stress due the injection treatment. Injection has often been done of fisheries, either to stimulate spawning in fish, treatment of sick fish, or for the purposes of taking blood. The most common injection technique is intramuscular injection, as it is necessary to crush and not damage important organs in fish. Blood glucose levels and differential leukocyte cells can be used as parameters to evaluated physiological changes in fish due to injections. This research used experiment design, RAL (complete random design) with four treatments and six repetitions, i.e., control (A) (non-anesthetized and uninjected fish), B (non-anesthetized and injected fish), C (fish drugged and injected) and D (fish drugged and not injected). A male Nilem (Osteochilus vittatus) that used as research object, with weight 70-90 gr. The fish is anesthetized using ice by the method of decreasing the temperature of 8-10oC during 5-10 minnute. 0.9% physiological NaCl infusion fluid is injected 1 ml into the body of the fish intramuscularly. Variables to be observed are blood glucose and leukocyte differential. Quantitative research data that is the percentage of blood glucose level and differential leukocyte percentage will be analyzed statistically using variance analysis (ANOVA) with advanced test Turkey test. Qualitative data in general leukocyte cells will be analyzed descriptively. The results showed that there were significant differences in blood glucose and leukocyte count values between fish that were not anesthetized and injected with an anesthetized fish before injection. Fish that are not anesthetized and directly injected significantly (P <0.05) have higher blood glucose levels than control fish, first anesthetized and injected fish, and fish that are just anesthetized but not injected. The normal range of blood glucose and leukocyte differentiation percentages (lymphocytes, monocytes, and neutrophils) were 51 - 95 mg / dl, 86,27% - 89,36%, 3,19% - 5,88%, and 6,67% - 7,84%. So it can be concluded the anesthesia before the injection will maintain the normality of blood glucose levels and differential blood leukocyte of Nilem fish. |
| Kata kunci | Pembiusan, penyuntikan, glukosa darah, diferensial leukosit, Osteochilus vittatus. |
| Pembimbing 1 | Dra. Farida Nur Rahmawati, M.Si. |
| Pembimbing 2 | Hana, S.Si., M.Si. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2017 |
| Jumlah Halaman | 16 |
| Tgl. Entri | 2017-11-22 06:45:03.857753 |
|---|