Artikel Ilmiah : H1K013036 a.n. RAHMI RAHMADIANTI

Kembali Update Delete

NIMH1K013036
NamamhsRAHMI RAHMADIANTI
Judul ArtikelSTUDI KEBERADAAN DAN FEEDING GROUND DUGONG (Dugong dugon) DI PULAU BAWEAN, KABUPATEN GRESIK, JAWA TIMUR
Abstrak (Bhs. Indonesia)Dugong (Dugong dugon) merupakan mamalia laut herbivor yang saat ini statusnya termasuk dalam rentan terhadap kepunahan. Penelitian ini dilakukan di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, yang belum diketahui bagaimana keberadaan dan feeding ground dugong. Pengambilan data keberadaan dan feeding ground dilakukan di Desa Daun, Desa Legundi dan Desa Kumalasa menggunakan metode wawancara dan metode transek garis. Keberadaan dugong di Pulau Bawean dapat ditemukan di Desa Daun, Desa Legundi, dan Desa Kumalasa dimana semua responden masih sering melihat 1–3 dugong yang selalu ditemukan di daerah padang lamun dan juga ditemukan feeding trails dugong dengan cara grazing di Desa Daun. Jenis lamun yang ditemukan yaitu Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Halophila ovalis, Cymodocea rotundata, C. serrulata, Halodule uninervis, H. pinifolia, dan Syringodium isoetifolium. Kondisi padang lamun termasuk kedalam kategori baik dengan petutupan lamun antara 28.699–82.677 % dimana jenis lamun didominasi oleh H. ovalis (553–2089 individu/m2). Keberadaan dugong erat hubungannya dengan sebaran jenis lamun seperti pada stasiun 1 dan 2 (Desa Daun) yang merupakan salah satu feeding ground dugong. Hal ini didasarkan dari keberadaan dugong yang ditemukan pada kawasan tersebut dan juga kelimpahan, kerapatan, penutupan jenis lamun didominasi oleh H. ovalis yang menjadi makanan kesukaan dugong.
Abtrak (Bhs. Inggris)Dugong (Dugong dugon) is a herbivorous marine mammals whose currently listed as vulnerable to extinction. This research was conducted in Bawean Island, Gresik Regency, East Java, which is not yet known how the existence and feeding ground dugong. Data of existence and feeding ground dugong were taken in Daun Village, Legundi Village and Kumalasa Village by using interview method and line transect method. The existence of dugong in Bawean Island can be found in Daun Village, Legundi Village, and Kumalasa Village where all of respondents still often see 1–3 dugong sightings that always found in seagrass meadow and found grazing trails of dugong in Daun Village. The diversity of seagrass type found are Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Halophila ovalis, Cymodocea rotundata, C. serrulata, Halodule uninervis, H. pinifolia, and Syringodium isoetifolium. The seagrass meadow condition is included in good categories with seagrass cover between 28.699–82.677% which seagrass species is dominated by H. ovalis (553–2089 individual/m2). The existence of dugong closely related to the distribution of seagrass species such as in station 1 and 2 (Daun Village) which is one of feeding ground dugong. This is based on the existence of dugong that found in the area and also the abundance, density, coverage of seagrass species dominated by H. ovalis which became favorite food of dugong.
Kata kuncidugong, feeding ground, lamun
Pembimbing 1Tjahjo Winanto
Pembimbing 2Juraij
Pembimbing 3
Tahun2017
Jumlah Halaman20
Tgl. Entri2017-11-20 01:53:15.55179
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.