Artikel Ilmiah : H1K013033 a.n. AZIZAH KUSWARDINI

Kembali Update Delete

NIMH1K013033
NamamhsAZIZAH KUSWARDINI
Judul ArtikelSITOTOKSISITAS EKSTRAK TERIPANG DARI PERAIRAN BOALEMO GORONTALO
Abstrak (Bhs. Indonesia)Teripang merupakan salah satu jenis invertebrata laut yang banyak digunakan sebagai sumber senyawa bioaktif baru yang memiliki kandungan metabolit sekunder yang memiliki aktivitas farmakologi yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat antikanker. Penyakit kanker merupakan penyebab kematian terbesar di dunia. Penyakit kanker yang banyak menyerang kaum wanita dan memiliki keganasan yang tinggi adalah kanker payudara sedangkan obat-obat kanker yang ada memiliki efek samping yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rendemen ekstrak dan potensi teripang dari perairan Boalemo Gorontalo untuk menghambat pertumbuhan sel kanker Payudara (T47D). Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi dengan pelarut metanol (p.a) dan uji antikanker dilakukan dengan uji sitotoksik metode MTT assay [3-(4,5-dimethylthiazol-2,5-diphenyl-tetrazolium bromide)] menggunakan sel kanker payudara (T47D). Hasil ekstraksi teripang memperlihatkan bahwa teripang duyung (Thelenota sp.) dan Gamat (Stichopus sp.) memiliki rendemen yang tertinggi masing-masing sebesar 10,55 % dan 9,50 %. Hasil sitotoksisitas menunjukan bahwa teripang Cera Hitam (Holothuria atra) dan Kawasa (Bohadshia sp.) memiliki sitotoksisitas yang paling baik terhadap sel T47D dengan nilai IC50 berturut-turut sebesar 24,67 μg/mL dan 31,75 μg/mL.
Abtrak (Bhs. Inggris)Sea cucumbers are marine invertebrate that is recently been utilized as a new source of novel compound that contain secondary metabolites that have pharmacological activity that can be used as an anticancer drug. Cancer is the biggest cause of death in the world. Cancer that attacks many women and has a high malignancy is breast cancer while the existing cancer drugs have strong side effects. This study aims to determine the rendemen extract and potential sea cucumbers from Boalemo Gorontalo to inhibit the growth of breast cancer cells (T47D). This study used maceration method with methanol (p.a) solvent for extraction and anticancer test was performed by MTT assay [3-(4,5-dimethylthiazol-2,5-diphenyl-tetrazolium bromide)] using breast cancer cell (T47D). The result of sea cucumber extract showed that Duyung (Thelenota sp.) and Gamat (Stichopus sp.) had the highest rendemen respectively value of 10,55 % and 9,50 %. The result of cytotoxicity showed that Cera Hitam (Holothuria atra) and Kawasa (Bohadshia sp.) had the best cytotoxicity of T47D cells with IC50 values respectively value of 24,67 μg/mL and 31,75 μg/mL.
Kata kunciTeripang; Boalemo; Sitotoksisitas; MTT assay
Pembimbing 1Dr. Tjahjo Winanto, M.Si
Pembimbing 2Dr. Muhammad Nursid, M.Si
Pembimbing 3
Tahun2017
Jumlah Halaman11
Tgl. Entri2017-11-08 14:48:20.134146
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.