| NIM | A1H013020 |
| Namamhs | ANDIKA CATUR RANGGA |
| Judul Artikel | ANALISIS STRATEGI PENERAPAN MODERNISASI IRIGASI: STUDI KASUS PADA DAERAH IRIGASI KARANGNANGKA, KABUPATEN BANYUMAS |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Daerah Irigasi (DI) Karangnangka berlokasi di Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas, merupakan salah satu daerah irigasi potensial yang berada dibawah kewenangan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Banyumas. Seiring dengan perkembangannya, DI Karangnangka mendapati banyak permasalahan, seperti tingkat pelayanan air yang rendah, kerusakan infrastruktur irigasi yang tinggi, dan pengelola irigasi yang kurang siap, yang berakibat pada rendahnya kinerja DI Karangnangka. Rendahnya kinerja DI Karangnangka mendorong ahli irigasi di Indonesia untuk melakukan perubahan sistem pengembangan dan pengelolaan irigasi menjadi sistem irigasi partisipatif yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan (sustainable) yang disebut dengan Modernisasi Irigasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh masing-masing pilar modernisasi irigasi terhadap penerapan modernisasi irigasi di Daerah Irigasi Karangnangka dan menentukan prioritas penerapan konsep menuju modernisasi irigasi dengan pendekatan Analytical Hierarchy Process (AHP) terhadap pilar modernisasi irigasi. Penelitian bersifat kuantitatif dimana pengambilan data menggunakan teknik snowball sampling dengan total responden sebanyak 30 orang. Pendekatan AHP digunakan untuk menentukan urutan prioritas penerapan modernisasi irigasi di Daerah Irigasi Karangnangka. Data diolah dengan perhitungan manual menggunakan Microsoft Excel 2013. Tahapan pengolahan data meliputi: a) pemberian nilai kepentingan pada masing-masing variabel, b) membentuk matriks perbandingan berpasangan, c) menentukan priority vector, dan d) menghitung rasio konsistensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa urutan prioritas penerapan modernisasi irigasi di Daerah Irigasi Karangnangka yaitu: a) perbaikan sarana dan prasarana irigasi dengan nilai (0,25) b) peningkatan keandalan penyediaan air irigasi dengan nilai (0,21), c) penyempurnaan sistem pengelolaan irigasi dengan nilai (0,19), d) penguatan institusi pengelola irigasi dengan nilai (0,19), dan e) pemberdayaan sumber daya manusia pengelola irigasi dengan nilai (0,17). Langkah pertama yang harus dilakukan untuk perbaikan sarana dan prasarana irigasi adalah perbaikan terhadap jalan inspeksi dan saluran. Sedangkan langkah pertama yang harus dilakukan untuk peningkatan keandalan penyediaan air irigasi adalah peningkatan kemampuan operator. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Karangnangka irrigation area is located in Kedungbanteng sub district, Banyumas district, this is the one of potential irrigation area under the authority of public works department of Banyumas district. Along with the development of irrigation system, karangnangka irrigation area found many problems, such as the low level of water service, high infrastructure damage, and poorly prepared irrigation management, which resulting in low performance of karangnangka irrigation area. The low performance of karangnangka irrigation area encourage irrigation experts in Indonesia to make changes in irrigation development and management system, into participatory irrigation system. It is believed this system is more effective, efficient, and sustainable called Irrigation Modernization. The purpose of this research are to know how much influence each pillar of irrigation modernization towards the application of irrigation modernization in Karangnangka Irrigation Area and determine the priority concept application to the irrigation modernization with Analytical Hierarchy Process (AHP) approach towards irrigation modernization pillars. The research employed quantitative technique and data collected using snowball sampling, with total of 30 respondents completed the questionnaire. The AHP approach used to determine the priority order of irrigation modernization application in Karangnangka Irrigation Area. The data processed with manual calculation using Microsoft Excel 2013. Steps of the data processing include: a) giving importance value in each variable, b) form a pairwise comparison matrix, c) determine the vector priority, and d) calculate the consistency ratio. Result of the research showed that the priority order of irrigation modernization application in karangnangka irrigation area are: a) improvement of irrigation facilities and infrastructure with the value (0,25), b) increase the reliability of irrigation water supply with the value (0,21), c) improvement of irrigation management system with the value (0,19), d) strengthen of irrigation management institute with the value (0,19), and e) empowerment of irrigation human resources management with the value (0,19). The first step to do for improving facilities and infrastructure irrigation is improvements to road inspections and canals. Whereas, the first step to do for increasing irrigation water reliability is increase operator’s ability. |
| Kata kunci | Daerah Irigasi Karangnangka, Modernisasi Irigasi, Analytical Hierarchy Process (AHP) |
| Pembimbing 1 | Dr. Asna Mustofa, S.TP., M.P. |
| Pembimbing 2 | Poppy Arsil, S.TP., M.T.,Ph.D. |
| Pembimbing 3 | - |
| Tahun | 2017 |
| Jumlah Halaman | 14 |
| Tgl. Entri | 2017-11-07 23:35:44.055751 |
|---|