Artikel Ilmiah : H1G013041 a.n. ATRIA KUSUMA ANDHINI

Kembali Update Delete

NIMH1G013041
NamamhsATRIA KUSUMA ANDHINI
Judul ArtikelPENGARUH ENDOSULFAN (INSEKTISIDA ORGANOKLORIN) TERHADAP STRUKTUR MIKROANATOMI HEPAR IKAN NILEM (Osteochilus hasselti)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Endosulfan merupakan insektisida organoklorin, pestisida ini telah digunakan hampir seluruh belahan bumi pada beberapa dekade. Endosulfan bersifat toksik, persisten, lipofilik, dan berpotensi mengalami bioakumulasi dan biomagnifikasi melalui difusi dan rantai makanan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kerusakan mikroanatomi hepar dan pengaruh pemberian konsentrasi serta waktu paparan endosulfan terhadap mikroanatomi hepar ikan nilem (Osteochilus hasselti). Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Pengambilan sampel dilakukan pada minggu ke 2 dan minggu ke 4 terhadap ikan yang telah terpapar endosulfan dengan perlakuan kontrol, P1 (0.88 ppb), P2 (1.76 ppb), dan P3 (2.64 ppb). Data yang diperoleh dianalisis dengan metode pantung yang dilanjutkan dengan uji ANOVA one way. Hasil yang didapat menunjukkan kerusakan hepar dikategorikan dalam kerusakan ringan (degenerasi lemak dan degenerasi hidrofik), kerusakan ringan (hemoragi dan kongesti), dan kerusakan berat (nekrosis). Waktu paparan dan tingkat konsentrasi endosulfan tidak memberikan peningkatan terhadap nilai skoring pada kerusakan ringan, namun meningkatkan nilai skoring pada kerusakan yang lebih berat.
Abtrak (Bhs. Inggris)Endosufan, an organochlorine insecticide, has been used worldwide in the past decades. Endosulfan is toxic, persistent, lipolytic, and have a potential to become bioaccumulation and biomagnification through diffusion and food chain. The present study was performes to insvestigate the effect of endosulfan to microanatomy structure in nilem’s (Osteochilus hasselti) hepar because of the exposure time and level of concentration. An experimental method applied Completely Randomized Design. Sampling of sublethal test was performed after an exposure time of 14 days (2 weeks) and 28 days (4 weeks) were exposed to a control and three concentration of endosulfan (0.88 ppb, 1.76 ppb, and 2.64 ppb). The data obtained were analyzed by pantung method followed by ANOVA one way test. The results show that hepar damage is categorized as minor damage (degeneration of fat and hydrophilic degeneration), moderate damage (haemorrhage and congestion), and severe damage (necrosis). The exposure time and endosulfan concentration levels do not provide an increase in scores on minor damage, but increase the scores on more severe damage.
Kata kunciendosulfan, hepar, kerusakan, konsentrasi, waktu paparan.
Pembimbing 1Drs. H. Asrul Sahri Siregar, M.Si
Pembimbing 2Dr. Norman Arie Prayogo, S.Pi, M.Si
Pembimbing 3
Tahun2017
Jumlah Halaman13
Tgl. Entri2017-11-06 19:06:53.365205
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.