Artikel Ilmiah : G1F013005 a.n. DWANI YULIASIH
| NIM | G1F013005 |
|---|---|
| Namamhs | DWANI YULIASIH |
| Judul Artikel | WARNA DAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI SARI ETANOL UMBI UWI UNGU (Dioscorea alata) TERHADAP Bacillus cereus |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Umbi uwi ungu (Dioscorea alata) memiliki zat warna antosianin yang dapat digunakan sebagai pewarna alami untuk makanan dan memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri pembusuk makanan seperti Bacillus cereus. Pelarut polar atau campurannya yaitu etanol dan air dapat digunakan untuk mengisolasi zat warna, dengan perbedaan konsentrasi pelarut dapat mempengaruhi intensitas warna yang dihasilkan. Penelitian ini meliputi maserasi umbi uwi ungu dengan menggunakan etanol 70%, 80% dan 90%, uji kandungan senyawa dalam ekstrak menggunakan metode uji fitokimia, panjang gelombang maksimum dan intensitas warna ditentukan dengan menggunakan metode spektrofotometri uv-vis, uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi padat. Rendemen sari etanol umbi uwi ungu 70% yaitu 11.43%, 80% yaitu 10.81% dan 90% yaitu 9.99%. Panjang gelombang maksimum masing-masing sari etanol umbi uwi ungu 70%, 80% dan 90% yaitu 546.5 nm. Perbedaan konsentrasi etanol menunjukkan perbedaan terhadap intensitas warna yang dihasilkan, konsentrasi etanol 70% memberikan intensitas warna yang paling optimum. Sari etanol umbi uwi ungu memiliki aktivitas antibakteri terhadap Bacillus Cereus, konsentrasi etanol 70% dan 80% menunjukkan zona hambat paling besar. Rendemen sari etanol umbi uwi ungu 70% yaitu 11.43%, 80% yaitu 10.81% dan 90% yaitu 9.99%. Sari etanol umbi uwi ungu 70%, 80% dan 90% memiliki panjang gelombang maksimum yang sama yaitu 546.5 nm. Intensitas warna yang paling optimum yaitu sari etanol umbi uwi ungu dengan konsentrasi 70%. Konsentrasi etanol yang memberikan zona hambat paling besar terhadap bakteri Bacillus Cereus yaitu etanol 70% dan 80%. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Purple yam (Dioscorea alata) consist of anthocyanins that can be used as natural food colorant and has antibacterial activity against food decaying bacteria such as Bacillus cereus. Polar solvent that mix from ethanol and water can be used to isolate pigment. The different of solvent concentration can influence the color intensity. The study include maceration of purple yam using ethanol 70%, 80% and 90%, compound determination in extract was determined by Phytochemicals test method, the maximum wavelength and the color intensity was determined by Spectrophotometry uv-vis method and antibacterial activity test using disk diffusion method. The yield of purple yam ethanol extract 70% is 11.43%, 80% is 10.81% and 90% is 9.99%. The maximum wavelength of purple yam extract with concentration 70%, 80% and 90% is 546,5 nm. Different concentrations of ethanol showed differences in color intensity, 70% ethanol concentration gave the most optimal color intensity. The purple yam ethanol extract has antibacterial activity against Bacillus cereus, 70% and 80% ethanol concentrations show the largest inhibit zone. The yield of purple yam ethanol extract 70% is 11.43%, 80% is 10.81% and 90% is 9.99%. Ethanol extract of purple yam 70%, 80% and 90% have the same maximum wavelength that is 546,5 nm. The most optimal color intensity is purple yam ethanol extract with concentration 70%. The ethanol concentration that gives the most inhibitory zone against Bacillus cereusis 70% and 80%. |
| Kata kunci | Kata Kunci: Dioscorea alata, Spektrofotometri uv-vis, Bacillus cereus. |
| Pembimbing 1 | Rehana, M.Si, Apt |
| Pembimbing 2 | Drs. Sunarto, MS., MP |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2017 |
| Jumlah Halaman | 12 |
| Tgl. Entri | 2017-11-02 07:31:12.870336 |