Artikel Ilmiah : H1G013010 a.n. AYU ALFIZATUNNIKMAH

Kembali Update Delete

NIMH1G013010
NamamhsAYU ALFIZATUNNIKMAH
Judul ArtikelPENGARUH ENDOSULFAN (ORGANOKLORIN PESTISIDA) TERHADAP MIKROANATOMI JARINGAN INSANG IKAN NILEM (Osteochillus hasselti)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Endosulfan merupakan pestisida organoklorin yang penggunaannya telah dilarang oleh pemerintah namun masih banyak ditemukan. Endosulfan yang masuk ke perairan akan mempengaruhi biota yang ada termasuk ikan. Endosulfan akan masuk ke tubuh ikan dapat melalui insang sebagai organ pernafasan. Insang digunakan sebagai indikator pencemaran air karena letaknya bersentuhan langsung dengan air. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan lama paparan terhadap kerusakan insang. Hewan uji yang digunakan adalah ikan nilem (Osteochillus hasselti) dengan ukuran 7-9 cm. Metode yang digunakan berupa rancangan acak lengkap (RAL). Konsentrasi yang digunakan untuk uji subletal sebesar 0%, 15%, 30%, dan 45% dari nilai LC50-96 jam yang di dapat yaitu 5,87 dan waktu pemaparan yang digunakan adalah minggu ke-2, dan minggu ke-4. Data yang diperoleh dianalisis dengan metode pantung dan dilanjutkan dengan uji one way ANOVA. Hasil yang didapat menunjukkan perlakuan lama pemaparan dan konsentrasi endosulfan berpengaruh terhadap tingkat kerusakan berupa edema, hiperplasia, fusi lamela dan nekrosis.
Abtrak (Bhs. Inggris)Endosulfan is an organochlorine pesticide whose use has been banned by the government but is still widely found. Endosulfan entering the waters will affect the existing biota including fish. Endosulfan will enter the fish body can through the gills as the respiratory organs. Gill is used as an indicator of water pollution because it is in direct contact with water. The purpose of this study was to determine the effect of concentration and duration of exposure to gill damage. The test fish used is nilem fish (Osteochillus hasselti) with size 7-9 cm. The method used is complete randomized design (RAL). The concentration used for the subletal test is 0%, 15%, 30%, and 45% of the LC50-96 hour is 5.87 and the exposure time used is the 2nd week, and the 4nd week. The data obtained were analyzed by Pantung method and continued by one way ANOVA test. The results showed that exposure time and concentration of endosulfan had an effect on the level of gill damage is edema, hyperplasia, fusion of lamella and necrosis.
Kata kunciEndosulfan, Insang, Kerusakan , Konsentrasi, Lama pemaparan.
Pembimbing 1Dr. Ir. H. Isdy Sulistyo, DEA
Pembimbing 2Drs. H. Asrul Sahri Siregar, M.Si
Pembimbing 3
Tahun2017
Jumlah Halaman14
Tgl. Entri2017-11-01 21:16:44.186545
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.