Artikel Ilmiah : A1C012081 a.n. AULIA SATYA NAGARA

Kembali Update Delete

NIMA1C012081
NamamhsAULIA SATYA NAGARA
Judul ArtikelMARJIN PEMASARAN TANAMAN CINCAU HITAM (Mesona palustris BL) DI DESA TUNJUNGMULI KECAMATAN KARANGMONCOL
KABUPATEN PURBALINGGA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Desa Tunjungmuli merupakan salah satu daerah sentra penghasil tanaman cincau hitam di Kabupaten Purbalingga. Tanaman cincau hitam desa ini dipasarkan melalui beberapa tingkatan lembaga dengan tujuan akhir pemasarannya yaitu eksportir dan pabrik sebagai konsumen cincau. Penentuan harga tanaman cincau hitam di Desa Tunjungmuli pada umumnya ditentukan berdasarkan harga dari pedagang pengumpul atau pedagang besar. Tujuan penelitian ini meliputi (1) Menghitung pendapatan usahatani tanaman cincau hitam di Desa Tunjungmuli Kecamatan Karangmoncol Kabupaten Purbalingga. (2) Menghitung besar marjin pemasaran pada masing-masing saluran pemasaran tanaman cincau hitam di Desa Tunjungmuli Kecamatan Karangmoncol Kabupaten Purbalingga. (3) Mengetahui besarnya bagian harga yang diterima petani (farmer’s share) pada masing-masing saluran pemasaran di Desa Tunjungmuli Kecamatan Karangmoncol Kabupaten Purbalingga. Penelitian dilakukan dengan metode survei dengan rancangan pengambilan sampel Simple Random Sampling untuk petani dan Snowball Sampling untuk pedagang dan diperoleh 46 responden petani cincau hitam serta lima responden pedagang. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif, marjin pemasaran, dan farmer’s share. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga saluran pemasaran tanaman cincau hitam di Desa Tunjungmuli, (1) Pendapatan usahatani petani tanaman cincau hitam sebesar Rp3,570,895.00. (2) Marjin pemasaran tanaman cincau hitam di Desa Tunjungmuli pada setiap saluran pemasaran yaitu: saluran pemasaran I memiliki marjin pemasaran sebesar Rp6,720.00/kg, saluran pemasaran II sebesar Rp6,573.00/kg, dan saluran pemasaran III sebesar Rp6,500.00/kg, (3) Farmer’s share terbesar terdapat pada saluran pemasaran III dengan persentase 45,83 persen. Persentase biaya terkecil terdapat pada saluran III sebesar 52,52 persen. Persentase keuntungan terbesar terdapat pada saluran pemasaran III sebesar 47,00 persen.
Abtrak (Bhs. Inggris)Tunjungmuli village is one of the central areas in producing black grass jelly plant in Purbalingga regency. The black grass jelly plant in this village is marketed through several levels of the institution with the ultimate goal of the marketing is to become an exporter and factory of grass jelly. The price of black grass jelly plant in the Tunjungmuli village generally determined based on the price of brokers or big traders. The purpose of this study include (1) Calculating the black grass jelly crop farm incomes in Tunjungmuli Village of Karangmoncol district, Purbalingga regency. (2) Calculate the margin marketing on each black grass jelly plant marketing channel in Tunjungmuli village of Karangmoncol district in Purbalingga regency. (3) Knowing the amount of portion wages received by farmers (farmer's share) on each channel marketing in Tunjungmuli Village of Karangmoncol district in Purbalingga regency. The research was conducted by survei method with the sampling program Simple Random Sampling for farmer and Snowball Sampling for traders and it obtained 46 respondents for black grass jelly farmers and five respondents traders. The data are analyzed using descriptive analysis, marketing margins, and the farmer's share. The results showed that there are 3 black grass jelly crop marketing channels in the village Tunjungmuli, (1) The farming income of black grass jelly amounts Rp3,570,895.00. (2) The marketing margin of black grass jelly plant in the Tunjungmuli village on each channel marketing are: marketing channels I has a marketing margin of Rp6,720.00 / kg, marketing channels II amounts to Rp6.573.00 / kg, and marketing channels III has Rp 6,500.00 / kg (3) The largest farmer's share is contained in the marketing channel III with a percentage of 45,83 percent. The smallest percentage of costs are in channel III of 52,52 percent. The largest percentage of profits contained in the marketing channel III of 47,00 percent.
Kata kuncimarjin pemasaran, tanaman cincau hitam
Pembimbing 1Ir. H. Adwi Herry K.E., M.P.
Pembimbing 2Ir. Kabul Setyadji, M.P.
Pembimbing 3
Tahun2016
Jumlah Halaman17
Tgl. Entri2017-10-23 19:55:09.119389
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.