Artikel Ilmiah : D1E013031 a.n. MAITSAA SALSABILA
| NIM | D1E013031 |
|---|---|
| Namamhs | MAITSAA SALSABILA |
| Judul Artikel | PENGGUNAAN HERBAL SINBIOTIK DALAM PAKAN ITIK LOKAL PENGARUHNYA TERHADAP BOBOT DAN PERSENTASE NON KARKAS DAN BAGIAN-BAGIAN NON KARKAS (Kepala, Leher, dan Shank) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengunaan herbal sinbiotik dalam pakan terhadap bobot dan persentase non karkas dan bagian-bagian non karkas (kepala, leher, dan shank). Materi yang digunakan adalah itik jantan lokal umur 3 (tiga) minggu sebanyak 60 ekor. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen secara in vivo dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diuji adalah pengunaan herbal sinbiotik terdiri R0 (herbal sinbiotik 0 %), R1 (Pengunaan Herbal Sinbiotik 1, 5 %), R2 (Pengunaan Herbal sinbiotik 3 %), R3 (Penggunaan Herbal Sinbiotik 4, 5 %), dan tiap perlakuan diulang 5 kali ulangan. Peubah yang diukur adalah bobot dan persentase non karkas dan bagian- bagian non karkas (kepala, leher, dan shank). Rataan yang didapat dari penelitian ini diperoleh bobot dan persentase non karkas sebesar 400,20±30,74 g, 30,62±2, 04 %, sedangkan bobot dan persentase bagian-bagian non karkas masing- masing adalah, kepala (84, 72±7, 25 g dan 6, 49±0, 55 %), leher (110, 11±17, 99 g dan 8, 4±1, 34 %), dan Shank (38, 89 ± 2, 79 g dan 2, 98 ± 0, 22 %). Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penggunaan sinbiotik dalam pakan berpengaruh tidak nyata (P<0,05) terhadap bobot dan persentase non karkas dan baian-bagian non karkas (kepala, leher, dan shank. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Penggunaan Herbal Sinbiotik sampai taraf 4,5 % menghasilkan bobot dan persentase non karkas dan baian-bagian non karkas (kepala, leher, dan shank) yang relatif sama. Kata Kunci : Sinbiotik, Herbal, Bobot Non Karkas, Itik Lokal. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The purpose of this study was to evaluate the use of synbiotic herbs in the feed on the weight and non-carcass percentage and non-carcass parts (head, neck, and shank). The material used is local male duck aged 3 (three) weeks as many as 60 tails. The experiment was conducted using in vivo experimental method and using Completely Randomized Design (CRD). The treatment being tested is the use of herbal synbiotic consisting of R 0 (herbal synbiotik 0%), R 1 (Use of Herbal Synbiotik 1, 5%), R 2 (Use of Herbal synbiotik 3%), R 3 (Use of Herbal Sinbiotik 4, 5%), and each treatment repeated 5 times repetition. The parameters measured were the weight and percentage of non-carcass and non-carcass parts (head, neck, and shank). The mean obtained from the weight and non-carcass percentage were 400, 20 ± 30, 74 g, 30, 62 ± 2, 04 %. While the weights and percentages of non-carcass parts were respectively head, 84.72 ± 7.25 g and 6.49 ± 0.55%), neck (110.11 ± 17.99 g and 8.4 ± 1.34%) and Shank (38.89 ± 2.79 g and 2.98 ± 0.22 %). The results of variance analysis showed that the use of synbiotic in feed did not significantly affect (P >0, 05) on the weight and non-carcass and non-carcass part (head, neck and shank). The conclusion of this research is, the use of Herbs Synbiotic until the level of 4, 5% produces similar weight and percentage of non-carcass and non-carcass parts (head, neck, and shank). Keywords: Synbiotic, Herbs, Non Carcass Weight, Local Ducks. |
| Kata kunci | Sinbiotik, Herbal, Bobot Non Karkas, Itik Lokal. |
| Pembimbing 1 | Ir. Roesdiyanto, MP. |
| Pembimbing 2 | Prof. Dr. Ir. Ning Iritanti, MP. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2017 |
| Jumlah Halaman | 7 |
| Tgl. Entri | 2017-08-17 03:25:07.466454 |