| NIM | F1D010021 |
| Namamhs | ANGGITA SENJA AGUSTIAN |
| Judul Artikel | HEGEMONI MILITER PASCA PERISTIWA G30/S PKI DI INDONESIA: Representasi Heroisme TNI Dalam Pendirian Museum Pengkhianatan PKI di Kompleks Lubang Buaya Jakarta |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Artikel hasil penelitian ini bertujuan untuk antara lain: 1) memahami dan mendeskripsikan hegemoni militer pascaperistiwa G30/S PKI yang merepresentasikan heroisme TNI di Indonesia; 2) mengetahui dan menjelaskan representasi heroisme TNI dalam pendirian museum pengkhianatan PKI di Kompleks Lubang Buaya Jakarta. Penelitian ini dilandasi oleh perspektif pascastrukturalis dan paradigma konstruktivisme, dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan fenomenologi. Data diperoleh dengan menggunakan teknik analisis data Miles dan Huberman yang diperoleh melalui wawancara, observasi, maupun analisa dokumen dan disusun secara sistematis sehingga mudah dipahami. Hasil penelitian ini mengukapkan bahwa pendirian Museum Pengkhianatan PKI merupakan representasi dari hegemoni militer pascaperistiwa G30/S PKI di Lubang Buaya Jakarta. Representasi ini dibuktikan dengan: 1) Indoktrinasi heroisme militer pada konten museum; 2) Eksploitasi berlebihan dan framming stereotip terhadap PKI; 3) Manipulasi produk-produk kebudayaan sebagai media legitimasi kekuasaan militer di Indonesia. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The purpose of this research include: 1) Understanding and describing military hegemony after the G30/S PKI which represents TNI heroism in Indonesia; 2) to know and explain the representation of TNI heroism in the establishment of the museum of PKI betrayal at the Lubang Buaya Complex in Jakarta. This research is based on poststructuralist perspective and constructivism paradigm, using qualitative research method and phenomenology approach. Data obtained by using data analysis technique Miles and Huberman obtained through interviews, observation, and document analysis and arranged systematically so easily understood. The results of this research reveals that the establishment of the Museum of PKI Betrayal is a representation of military hegemony after G30/S PKI in Lubang Buaya Jakarta. This representation is evidenced by: 1) Indoctrination of military heroism on museum content; 2) Excessive exploitation and stereotypical framming of the PKI; 3) The manipulation of cultural products as a medium of legitimacy of military power in Indonesia. |
| Kata kunci | Hegemoni, Representasi, Museum, Heroisme Militer |
| Pembimbing 1 | Triana Ahdiati |
| Pembimbing 2 | Andi Ali Said Akbar |
| Pembimbing 3 | Bambang Suswanto |
| Tahun | 2017 |
| Jumlah Halaman | 35 |
| Tgl. Entri | 2017-08-15 14:26:31.282189 |
|---|