Artikel Ilmiah : G1B013097 a.n. SYIFA RAHMA NATASHA

Kembali Update Delete

NIMG1B013097
NamamhsSYIFA RAHMA NATASHA
Judul ArtikelFAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN AMBANG DENGAR PADA PEKERJA DIPO LOKOMOTIF
DAOP V PURWOKERTO TAHUN 2017
Abstrak (Bhs. Indonesia)Latar Belakang: Transportasi dapat mengakibatkan dampak negatif apabila tidak dikelola dengan baik, seperti dapat menimbulkan efek berupa bunyi yang cukup besar sehingga dapat menyebabkan kebisingan. Bahaya kebisingan memberikan pengaruh buruk pada tenaga kerja seperti terjadinya gangguan pendengaran sehingga adanya perubahan nilai ambang dengar. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan ambang dengar pada pekerja Dipo Lokomotif Daop V Purwokerto

Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 38 sampel. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan pengukuran ambang dengar dengan menggunakan Audiometri, intensitas kebisingan dengan menggunakan Sound Level Meter, penggunaan alat pelindung telinga dengan observasi, dan kuesioner data pekerja. Analisis data dengan analisis univariat, bivariat dengan chi square.

Hasil Penelitian: Hasil analisis bivariat menunjukan variabel yang berhubungan dengan ambang dengar yaitu intensitas kebisingan (p-value =0,021), sedangkan variabel yang tidak berhubungan yaitu umur (p-value = 0,604), masa kerja (p-value = 0,405) dan penggunaan apt (p-value = 1,000)

Simpulan: Ada hubungan intensitas kebisingan dengan ambang dengar pada pekerja Dipo Lokomotif Daop V Purwokerto

Kata kunci: Ambang dengar, Pekerja Dipo Lokomotif, Intensitas Kebisingan
Abtrak (Bhs. Inggris)Background: Transportation would has negative impact if it is not managed properly, such as a very loud sound that causing noise. The noise hazard adversely affects labor such as hearing loss as a result of the threshold changing. The purpose of this study was to determine the factors that correlate with auditory thresholds on employees of locomotive dipo regional operations V Purwokerto

Methods: This was quatitative study with cross sectional approach. The sample in this study as many as 38 samples. This technique used purposive sampling. The data was collected by measuring auditory thresholds using audiometry, the noise was measured by sound level meter, the use of hearing protective equipments was conducted by observation and questionaires jobs data. The data was analyzed by univariate, bivariate with chi square.

Results: The result of bivariate analysis show that the variable related to auditory thresholds is noise (p-value = 0,021 ) while the unrelated variables are age (p-value = 0,604 ), working period (p-value = 0,405 ), and the use of hearing protective equipment (p-value = 1,000 )

Conclusion: There was relations between noise and auditory thresholds on employees in the locomotive dipo regional operations V Purwokerto

Keywords: Auditory Threshold, Employees of Locomotive Dipo, Noise
Kata kunciAmbang dengar, Pekerja Dipo Lokomotif, Intensitas Kebisingan
Pembimbing 1Suryanto, SKM, M.Sc
Pembimbing 2Nur Ulfah, SKM, M.Sc
Pembimbing 3
Tahun2017
Jumlah Halaman8
Tgl. Entri2017-08-14 23:17:25.40304
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.