| NIM | F1C013033 |
| Namamhs | SALSABILA AINURROHMAN |
| Judul Artikel | Analisis Framing Pemberitaan Kasus Ahok Pasca Putusan Vonis di Media Online Republika.co.id, Antaranews.com, dan Kompas.com |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Pemberitaan tentang kasus penodaan agama oleh Ahok viral diberitakan di berbagai media massa, termasuk di media online. Dalam hal ini, pemberitaan di media online tidak terlepas dari pengaruh ideologi yang dimiliki oleh media itu sendiri, sehingga seringkali setiap media memiliki sudut pandang yang berbeda dalam memberitakan suatu peristiwa. Pandangan tersebut dikenal dengan istilah framing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana media online dalam memberitakan kasus Ahok pasca putusan vonis. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah Republika.co.id, Antaranews.com, dan Kompas.com yang dipilih berdasarkan perbedaan latar belakang dan ideologi. Jenis penelitian yang dilakukan bersifat kualitatif dengan metode analisis framing model Zhongdang Pan dan Gerald Kosicki. Dalam pendekatan ini, perangkat framing terbagi dalam empat struktur yakni; (1) sintaksis, (2) skrip, (3) tematik, (4) dan retoris. Hasil penelitian menunjukan bahwa Republika.co.id secara tegas menyebutkan vonis Ahok adalah putusan yang adil. Sebaliknya, Kompas.com dan Antaranews.com melalui pemilihan narasumber dan leksikon yang digunakan menyatakan bahwa putusan vonis tersebut keliru dan perlu untuk ditinjau ulang. Perbedaannya, jika Kompas.com menyatakan frame secara eksplisit, frame yang ditunjukkan Antaranews ditunjukkan melalui adanya pendapat yang lebih dominan dari sisi pro Ahok. Melalui hasil yang di dapatkan, dapat disimpulkan bahwa meskipun menjadi media baru, pemberitaan di media online masih perlu banyak perbaikan karena kurangnya penerapan prinsip cover both sides atau keberimbangan yang membuat kualitas berita menjadi buruk. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The news about Ahok’s blasphemy case is widely reported in various media, including online media. The news content in the media tends to be influenced by the interest and ideology of the media. The viewpoint known as media framing. This study aims to analyze how the online media construct Ahok’s case after the verdict was read. The selected research subjects were Republika.co.id, Antaranews.com, and Kompas.com which is selected based on ideology differences. The type of this research is qualitative using framing analysis method based on the framing theory of Zhongdang Pan and Gerald Kosicki. In this approach, the framing device is divided into four structures; (1) syntaxes, (2) scripts, (3) thematic, (4) and rhetorical. The results showed that Republika.co.id explicitly mentions Ahok's verdict was a fair verdict. In contrast, Kompas.com through the selection of resources and lexicon stated explicitly that the verdict was wrong and needed to be reviewed. As well as Antaranews.com, but the frame showed by Antaranews indicated through the presence of more dominant opinion from the side of pro Ahok. Through the results obtained, it can be concluded that although online media is a new medium, the news in online media still needs a lot of improvements due to lack of application of cover both sides that makes the quality of news in online media became bad. |
| Kata kunci | Analisis Framing, Jurnalistik, Kasus Ahok, Konstruksi Media, Media Online |
| Pembimbing 1 | Dr. Adhi Iman Sulaiman, M.Si |
| Pembimbing 2 | Dr. Nana Sutikna, M.Hum |
| Pembimbing 3 | P. Imam Prawoto Jati, M.I.Kom |
| Tahun | 2017 |
| Jumlah Halaman | 19 |
| Tgl. Entri | 2017-08-14 16:57:11.995892 |
|---|