Artikel Ilmiah : B1J013084 a.n. AGUS SUSANTO

Kembali Update Delete

NIMB1J013084
NamamhsAGUS SUSANTO
Judul ArtikelAKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK TUBUH BUAH JAMUR
PAHA AYAM (Coprinus comatus) DENGAN
PELARUT BERBEDA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Coprinus comatus atau dengan nama lokal adalah jamur chiken stick stick yang mencakup jamur edible dan medicinal. Jamur ini mengandung senyawa bioaktif yang memiliki beberapa efek farmakologis, seperti antibakteri, antikanker, imunomodulator, antiinflamasi, pencegahan diabetes dan antioksidan. Senyawa bioaktif termasuk dalam tubuh buah C. comatus dapat diperoleh dengan cara ekstraksi pelarut yang digunakan. Pelarut yang berbeda akan menghasilkan aktivitas antioksidan yang berbeda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah jamur C. comatus berpotensi sebagai penghasil antioksidan dan untuk mengetahui pelarut mana yang menghasilkan aktivitas antioksidan terbaik dari ekstrak tubuh buah C. comatus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah percobaan dengan dua perlakuan yaitu pelarut n-heksana dan etanol 70%. Tubuh buah C. comatus diekstraksi dengan metode maserasi, kemudian ekstrak kental diperoleh dengan uji fitokimia dan uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrihidazil). Hasil yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan uji t untuk sampel independen. Variabel bebas perbedaan pelarut dan variabel terikat aktivitas antioksidan yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil rata-rata ekstrak etanol 70% lebih tinggi dari n-heksan (p <0,05) masing-masing 61,33% ± 9,21 dan 14,8% ± 0,87. Uji etanol ekstrak fenol total 70% lebih tinggi dari n-heksana (p <0,05), masing-masing dengan rata-rata 325,19 ppm ± 50,01 dan 110,08 ppm ± 34,67. Hasil uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH ekstrak etanol 70% dan n-heksan memiliki nilai IC50 2484,61 μg / ml dan 3860,89 μg / ml. Keduanya menunjukkan adanya aktivitas antioksidan dalam kategori lemah. Hasil uji fitokimia untuk uji flavonoid menunjukkan hasil positif dengan intensitas warna yang kuat (++) untuk kedua sampel ekstrak, uji terpenoid menunjukkan hasil positif pada kedua sampel namun menunjukkan intensitas warna lemah (+) pada ekstrak etanol 70% sedangkan n-heksana menunjukkan intensitas Kuat. Warna (++), uji tanin menunjukkan hasil negatif (-) pada kedua sampel
Abtrak (Bhs. Inggris)Coprinus comatus or with local name is drum stick chiken mushroom that includes edible and medicinal mushroom. This mushroom contains bioactive compounds that have several pharmacological effects, like as antibacterial, anticancer, immunomodulator, anti-inflammatory, prevent diabetes and antioxidant. bioactive compounds includes in fruit body C. comatus can be obtained by extraction used solvent. Different solvent will produce different antioxidant activity The objective of this study was to determine whether the C. comatus fungus was potential as an antioxidant producer and to know which solvent produced the best antioxidant activity from the extract of the fruit body of C. comatus. The method used in this research is experimental with two treatments ie n-hexane and ethanol 70% solvent. Fruit body of C. comatus is extracted by maceration method, then the viscous extract obtained by phytochemical test and antioxidant activity test using DPPH method (1,1-diphenyl-2-picrihidazil). The results obtained are then analyzed using t-test for independent samples. Independent variables of solvent difference and the dependent variable of antioxidant activity produced. The results showed that the average yield of ethanol extract 70% higher than n-heksan (p<0,05) were each 61.33% ± 9,21 and 14.8% ± 0,87. The test of total phenol extract ethanol was 70% higher than n-hexane (p<0,05), each with an average of 325,19 ppm ± 50,01 and 110,08 ppm ± 34,67. The result of antioxidant activity test using DPPH method of ethanol extract 70% and n-heksan has IC50 value 2484,61μg/ml and 3860,89 μg/ml. Both show the presence of antioxidant activity in the weak category. Phytochemical test results for flavonoid test showed positive result with strong color intensity (++) for both samples extract, terpenoid test showed positive result in both samples but showed weak color intensity (+) on ethanol extract 70% while n-hexane showed intensity Strong color (++), the tannin test showed negative results (-) in both samples.
Kata kunciCoprinus comatus, Ekstraksi, Antioksidan, Metode DPPH
Pembimbing 1Dr. Nuniek Ina Ratnaningtyas M.S.
Pembimbing 2Dr. Nuraeni Ekowati M.S.
Pembimbing 3
Tahun2017
Jumlah Halaman5
Tgl. Entri2017-08-09 15:03:47.72726
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.