Artikel Ilmiah : H1F012012 a.n. DWI LUTHFIYAH NUR
| NIM | H1F012012 |
|---|---|
| Namamhs | DWI LUTHFIYAH NUR |
| Judul Artikel | STUDI PERUBAHAN LINGKUNGAN BERDASARKAN PENDEKATAN PALINOLOGI DAERAH SUKAMANAH DAN SEKITARNYA, KECAMATAN MALINGPING, KABUPATEN LEBAK, PROVINSI BANTEN |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Negara Indonesia merupakan negara kepulauan dengan tatanan tektonik yang kompleks sehingga menyebabkan aktivitas tektonik, tanah longsor dan lain-lain yang dapat mempengaruhi perubahan ketinggian muka tanah, hal ini menyebabkan perubahan keadaan lingkungan pada daerah sekitarnya. Daerah Sukamanah dan sekitarnya terletak pada kawasan yang dekat dengan zona subduksi dengan menunjukan berkembangnya morfologi beach ridge dan swale, hal ini melatarbelakangi dilakukannya penelitian untuk mengetahui apakah terjadi perubahan lingkungan disertai dengan penyebab perubahan yang ada berdasarkan beberapa metode penelitaian yaitu, analisis granulometri, loss on ignition (LOI) dan analisis palinologi. Dari sampel SKM 1, zona palinologi dapat dibagi menjadi dua bagian besar yaitu zona polen 1 dan zona polen 2. Kehadiran Rhizophoraceae yang sangat tinggi pada zona polen 1 menunjukan lebih dominannya komponen polen ekologi mangrove. Hal ini juga terlihat dari komposisi persentase polen yang lebih besar dibandingkan dengan komposisi spora yang ada. Kandungan bahan organik yang ada dicerminkan dari hasil analisis loss on ignition (LOI) dengan persentase kenaikan hingga 95%. Kehadiran spora Acrostichum aureum yang tinggi pada zona polen ini juga menunjukan ekologi mangrove yang ada. Pada zonasi polen 2 mulai menunjukan adanya perubahan pada komposisi polen lowland/peatland dibandingkan dengan polen mangrove, selain itu persentase spora juga lebih tinggi daripada polen yang ada. Hadir pula spora Pteridophyta diantaranya Polypodiaceae, Stenochlaena palustris, Gleichenia dan Pteris. Dari hasil analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa terjadi perubahan ekologi pada daerah penelitian dimana endapan sedimen mula-mula terendapkan pada lingkungan mangrove dengan penciri polen mangrove yang hadir seperti Rhizophoraceae dan Avicennia pada kedalaman 108-800 cm, selanjutnya pada kedalaman 0-108 sedimen diendapkan pada lingkungan lowland/peatland ditunjukan dengan polen Gramineae yang tinggi dan menurunnya komposisi polen mangrove. Pada kenaikan komposisi polen lowland/peatland yang ada juga memperlihatkan kenaikan polen riparian, hal ini dapat menunjukan saat sedimen pada ekologi lowland/peatland mengalami proses pengendapan di dalam hutan rawa gambut yang basah terpengaruh oleh sistem arus dari sungai yang ada pada daerah penelitian dimana membawa polen-polen riparian seperti Myrtaceae, Oncosperma, dan Pandanus terendapkan pada sedimen yang ada. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Indonesia is an archipelagic country with complex tectonic setting caused tectonic activity, landslide and others that can effecting a change the height of the landform, this means that environmental changes in the surrounding area. Sukamanah and surrounding located are close to subduction zone by showing the development of morphology of the beach ridge and swale, this is the background did research to know whether going on environmental changes that is based several methodes likes granulometric analysis, loss on ignition (LOI) analysis and palinology analysis. On sampel SKM 1 explain that palinology zone can be devided into two major parts such as pollen zone 1 and pollen zone 2. The presence of Rhizophoraceae very high on pollen zone 1 showed more dominant component of ecology mangrove. It also seen from pollen percentage composition is larger than spore composition. The content of organic material reflected the result of loss on ignition analiysis (LOI) with increase up to 95%. High presence of Acrostichum aureum spore on pollen zone also showed mangrove ecology. On second pollen zone start indicated changes in pollen composition lowland/peatland compared with mangrove pollen, in addition the percentage of spore is also higher than pollen. Also present Pteridophyta spore include Polypodiaceae, Stenochlaena palustris, Gleichenia and Pteris. From the result of analysis it can be concluded that the ecology changes in the research area where sediments are deposit initially on mangrove environment with mangrove pollen founder present such as Rhizophoraceae and avicennia on depth of 108-800 cm, than on depth of 0-108 cm sediment are deposits on lowland/peatland environment with high Gramineae pollen and decreasing mangrove pollen composition. On increasing lowland/peatland pollen composition is also showed rise riparian pollen, this may indicate when sediment in lowland/peatland ecology undergo a deposition process in peat swamp forest are affected by the current flow system of river in research area which is carry riparian pollen such as Myrtaceae, Oncosperma, and Pandanus deposited on existing sediments. |
| Kata kunci | Palinologi, Granulometri, LOI, Sedimen, Binuangeun. |
| Pembimbing 1 | Dr. Rachmad Setijadi. S.Si., M.Si |
| Pembimbing 2 | Dr. Eko Yulianto |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2017 |
| Jumlah Halaman | 25 |
| Tgl. Entri | 2017-07-25 15:12:56.381384 |