Artikel Ilmiah : C1A010050 a.n. TEGUH PRASETYO

Kembali Update Delete

NIMC1A010050
NamamhsTEGUH PRASETYO
Judul ArtikelANALISIS EFISIENSI EKONOMI BUDIDAYA PEMIJAHAN
IKAN GURAMI DI DESA BEJI KECAMATAN KEDUNGBANTENG
DAN PEMBESARAN IKAN GURAMI DI DESA KALI KIDANG
KECAMATAN SOKARAJA KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini berjudul “Analisis Efisiensi Budidaya Pemijahan Ikan Gurami Di Desa Beji Kecamatan Kedung Banteng Dan Pembesaran Ikan Gurami di Desa Kalikidang Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas”. Tujuan Penelitian ini untuk (1) Untuk mengetahui tingkat pendapatan bersih usaha budidaya pemijahan ikan gurami di Desa Beji dan petani pembesaran ikan gurami di Desa Kali Kidang Kabupaten Banyumas, (2) Untuk mengetahui berapa banyak produksi telur dan ikan untuk mencapai Break Even Point pada usaha pemijahan ikan gurami dan pembesaran ikan gurami, (3) Untuk mengetahui tingkat efisiensi ekonomi usaha antara usaha budidaya pemijahan ikan gurami di Desa Beji dan petani pembesaran ikan gurami di Desa Kali Kidang Kabupaten Banyumas.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian survai yaitu suatu metode penelitian yang mengambil sampel dari suatu populasi dengan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data yang pokok. Teknik analisis data menggunakan (1) Analisis Total Profit, (2) Analisis Break Even Point, (3) Analisis Penerimaan dan Biaya (R/C). Responden dalam penelitian ini sebanyak 36 orang sektor pemijahan dan 34 orang sektor pembesaran.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, (1) Rata-rata keuntungan pemijahan ikan gurami sebesar Rp7.952.777,78 per periode panen, sedangkan kuntungan pembesaran ikan gurami sebesar RP4.302.827,94 per periode panen, (2) Budi daya pemijahan ikan gurami di Desa Beji dan pembesaran ikan gurami di Desa Kalikidang sudah mencapai BEP dan nilai rata-rata BEP untuk sektor pemijahan ikan gurami adalah sebesar 629.861.11 butir telur, dan untuk pembesaran ikan gurami adalah sebesar 240,5 Kg, (3) Rata-rata R/C budidaya pemijahan ikan gurami sebesar 1,38 sedangkan budidaya pembesaran ikan gurami sebesar 1,25 hal ini berarti bahwa budidaya pemijahan ikan gurami lebih efisien secara ekonomis jika dibandingkan budidaya pembesaran ikan gurami.
Implikasi pada penelitian ini, pertama pada budidaya pemijahan ikan gurami hendaknya berinovasi untuk meningkatkan kualitas telur ikan gurami dengan memberikan pakan yang mendukung untuk memaksimalkan hasil produksi dan memperbarui kualitas induk, pada pembesaran ikan hendaknya lebih menekan biaya produksi dari sisi pakan digantikan dengan pakan alami yang bertujuan untuk menjaga keseimbangan kesehatan ikan, menjaga kondisi air pada kolam, dan juga untuk mencapai laba maksimal demi menambah penerimaan para petani pembesaran ikan gurami. Kedua, Pemerintah Daerah hendaknya memberikan dukungan yang lebih berupa inovasi dengan teknologi dan dana yang mendukung kegiatan produksi.

Kata Kunci: Budidaya Pemijahan, Pembesaran Ikan Gurami, Pendapatan Bersih, Break Event Point, dan Efisiensi.
Abtrak (Bhs. Inggris)This research entitled "Analysis of the Efficiency of Breeding Cultivation of Gurami Fish in Beji Village, Kedung Banteng Subdistrict and Gouramy Fish Enlargement in Kalikidang Village, Sokaraja Sub-district, Banyumas Regency". The objectives of this research are: (1) To know the net income level of cultivation of gouramy fish farming in Beji Village and gouramy farming farmer in Kali Kidang Village of Banyumas Regency, (2) To find out how much egg and fish production to reach Break Even Point on business Spawning gouramy fish and gouramy enlargement, (3) To know the level of economic efficiency of the business between the cultivation of gouramy fish farming in Beji Village and gouramy farmer enlargement farmer in Kali Kidang Village, Banyumas Regency.
The research method used is survey research method is a research method that takes a sample from a population by using questionnaires as a basic data collection tool. Data analysis techniques use (1) Total Profit Analysis, (2) Break Even Point Analysis, (3) Analysis of Revenue and Cost (R / C). Respondents in this study as much as 36 people spawning sector and 34 people enlargement sector.
The results of this study indicate that, (1) the average profit of gouramy fish breeding is Rp7.952.777,78 per harvest period, while gouramy gouramy enlargement is RP4.302.827,94 per harvest period, (2) Beji village and gouramy enlargement in Kalikidang Village have reached BEP and BEP average value for gouramy spawning sector is 629.861.11 eggs, and for gouramy fish enlargement is 240,5 Kg, (3) Average R / C gouramy fish breeding cultivation of 1.38 while the gouramy carp enlargement of 1.25 this means that the cultivation of gouramy fish spawning is more economically efficient when compared to carp gouramy farming.
The implications of this study, firstly on the cultivation of gouramy fish breeding should innovate to improve the quality of gouramy eggs by providing a supportive feed to maximize production yield and renew the quality of the parent, at the fish enlargement should be more pressing the cost of production from the feed side replaced with natural food aimed To maintain the balance of fish health, maintain water conditions in the pond, and also to achieve maximum profit in order to increase the acceptance of farmers gouramy enlargement. Second, the Regional Government should provide more support in the form of innovations with technology and funds that support production activities.

Keywords: Spawning Cultivation, Gurami Fish Growth, Net Income, Break Event Point, and Efficiency.
Kata kunciKata Kunci: Budidaya Pemijahan, Pembesaran Ikan Gurami, Pendapatan Bersih, Break Event Point, dan Efisiensi.
Pembimbing 1Drs. Herman Sambodo. MP
Pembimbing 2Ratna Setyawati Gunawan, SE, M.Si.
Pembimbing 3Dr Arintoko, SE, M.Si
Tahun2017
Jumlah Halaman146
Tgl. Entri2017-07-21 04:50:29.420801
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.