Artikel Ilmiah : F1A012048 a.n. MUHAMID

Kembali Update Delete

NIMF1A012048
NamamhsMUHAMID
Judul ArtikelKAJIAN MAKNA SIMBOLIK TRADISI SURAN BARITAN DI DESA DIENG KULON KECAMATAN BATUR KABUPATEN BANJARNEGARA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Suran Baritan merupakan sebuah tradisi yang dilaksanakan pada Jumat terakhir bulan Sura di setiap tahunnya. Tradisi ini memuat berbagai macam simbol yang memiliki makna tersendiri bagi masyarakat lokal Dieng Kulon. Selain itu, penyelenggaraan kegiatan tersebut menjadi sebuah cerminan atas struktur sosial, karakter penduduk, serta perubahan kebudayaan yang terjadi dalam masyarakat. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan pelaksanaan tradisi Suran Baritan beserta maknanya bagi masyarakat Dieng Kulon. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam, observasi serta dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat memaknai tradisi Suran Baritan secara berbeda-beda antara satu dengan yang lainya. Tradisi ini memuat berbagai macam makna kultural serta menjadi bentuk akulturasi kebudayaan Jawa dengan ajaran agama Islam yang terjadi dalam masyarakat Dieng Kulon.
Abtrak (Bhs. Inggris)Suran Baritan is a tradition on the last Friday in Sura month in every year. This traditions are contain various kinds of symbol that have own meaning for Dieng Kulon local community. Further more, the organizing activities become a reflection on the social structure, character of the population, and culture change that happen in the society. The purposes of this research are to describe the implementation Suran Baritan tradition and the meaning for Dieng Kulon community. The method of this research is descriptive qualitative method. The method of collecting data used was interview, observation, and documentations. The result of this study shows that the society interprets the Suran Baritan tradion differently from one to the other. This tradition contains various kinds of cultural meaning and became a form of acculturation Javanese culture with the teachings of Islam in the Dieng Kulon community.
Kata kunciMakna Simbolik, Tradisi, Suran Baritan
Pembimbing 1Nalfaridas
Pembimbing 2Hariyadi
Pembimbing 3FX.Wardiyono
Tahun2017
Jumlah Halaman12
Tgl. Entri2017-07-11 22:57:31.750167
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.