Artikel Ilmiah : C1A012098 a.n. RISTI PUSPITA LESTARI
| NIM | C1A012098 |
|---|---|
| Namamhs | RISTI PUSPITA LESTARI |
| Judul Artikel | Analisis Kinerja dan Daya Saing Ekspor Subsektor Perikanan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN Periode 2003 - 2014 |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Masuknya sektor perikanan dalam 12 sektor prioritas yang akan dilaksanakan dalam cetak biru Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia, hal ini dikarenakan salah satu kebijakannya adalah dengan tidak menerapkan bea masuk (Free Trade Area) sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja ekspor, keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif ekspor subsektor perikanan Indonesia pada periode 2003-2014 dalam kawasan Masyarakat Ekonomi ASEAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan menggunakan data sekunder. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Laju Ekspor, Indeks Spesialisasi Perdagangan (ISP) dan Dynamic Comparative Advantage (DCA). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa laju ekspor subsektor perikanan Indonesia ke Malaysia, Thailand, Singapura, Vietnam dan Filipina selama periode 2002-2014 berfluktuasi, namun memiliki rata-rata laju ekspor yang positif berkisar antara 9,42 persen hingga 48,12 persen. Hasil perhitungan ISP menunjukkan rata-rata nilai ISP positif atau diantara 0 dan 1 dengan rata-rata nilai ISP berkisar 0,89 hingga 0,67. Hal ini menunjukkan bahwa subsektor perikanan Indonesia ke Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam dan Filipina sebagai eksportir dan memiliki daya saing kuat meskipun berada pada tahap kembali mengimpor. Sedangkan perhitungan dengan menggunakan DCA menunjukkan bahwa Indonesia tidak terspesialisasi pada beberapa kelompok kode HS perikanan tertentu disetiap negara ASEAN yang berbeda namun adanya steady-state dalam kesamaan pola keunggulan komparatif antara Indonesia dan Singapura maupun antara Indonesia dan Thailand menegaskan bahwa keunggulan komparatif harus dipertimbangkan dengan angka statistik satu sedangkan tidak adanya steady-state atau tingkat stasioner antara Indonesia dan Malaysia, Indonesia dan Vietnam serta Indonesia dan Filipina. Hal ini menegaskan bahwa keunggulan komparatif harus dipertimbangkan dalam arti dinamis, bukan statis angka satu. Implikasi untuk penelitian ini yaitu perlu adanya segmentasi pasar berdasarkan keunggulan produk yang memiliki penawaran tinggi di negara tujuan guna meningkatkan ekspor perikanan serta mengefisiensikan biaya produksi dan memperkuat kerjasama baik dari segi ekonomi, politik maupun hukum dengan negara-negara khususnya di ASEAN. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The entry of the fisheries sector in the 12 priority sectors to be implemented in the blueprint of the ASEAN Economic Community (MEA) will be a challenge for Indonesia, this is because of its policies is by not applying the Free Trade Area so that the purpose of this research is to analyze growth performance, competitive advantage and comparative advantage of export of fishery sub sector of Indonesia for period of 2003-2014 in ASEAN Economic Community regions. The type of this research is descriptive quantitative research. This research had done in the territory of Republic of Indonesia. This research use secondary data with data analysis period of 2003-2014. With the analysis tool are Growth Rate Analysis, Trade Specialization Index (ISP) and Dynamic Comparative Advantage (DCA). The results of this research indicate that the export growth rate of Indonesian fishery sub-sector to Malaysia, Thailand, Singapore, Vietnam and Philippines during the period 2002-2014 fluctuated, but has a positive export growth rate ranging between 9.42 percent to 48.12 percent. The ISP calculation results show the average ISP value is positive or between 0 and 1 with an average ISP value ranging from 0.89 to 0.67. This suggests that the Indonesian fisheries subsector to Malaysia, Singapore, Thailand, Vietnam and the Philippines as exporters and has a strong competitiveness despite being in the stage of re-importing. While calculations using DCA show that Indonesia does not specialize in certain groups of HS codes of fisheries in each of the different ASEAN countries but steady-state in the same pattern of comparative advantage between Indonesia and Singapore as well as between Indonesia and Thailand affirms that comparative advantage should be considered with statistics One where there is no steady-state or stationary level between Indonesia and Malaysia, Indonesia and Vietnam and Indonesia and the Philippines. This confirms that comparative advantage must be considered in a dynamic sense, not a static number one. The implications for this research are the need for market segmentation based on the advantages of high-yielding products in destination countries to increase fishery exports and to streamline production costs and strengthen economic, political and legal cooperation with countries particularly in ASEAN. |
| Kata kunci | Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Perikanan, Keunggulan Komparatif, Keunggulan Kompetitif, Dynamic Comparative Advantage (DCA). |
| Pembimbing 1 | 1.Dra.Emmy Saraswati, M.S |
| Pembimbing 2 | 2..Dr. Diah Setyorini G, S.E, M.Si |
| Pembimbing 3 | 3.Dr. Abdul Aziz Ahmad, SE, M.Si. |
| Tahun | 2017 |
| Jumlah Halaman | 50 |
| Tgl. Entri | 2017-06-13 16:57:36.068514 |